Tujuan Pendidikan

Tujuan pendidikan itu apa? Pernahkan kalian berfikir sejenak, kenapa kita harus sekolah setiap hari, menghabiskan waktu dari usia dini sampai tahap dewasa mengisi hari-hari kita dengan belajar, selain untuk mengenal kehidupan sosial, teryata pendidikan mempunyai tujuannya tersendiri, lalu apakah tujuan pendidikan itu?

Pendidikan mempunyai peranan sangat penting bagi pembentukan karakter generasi penerus. Karakter yang arif, bijak, takut akan Tuhan serta berpedoman pada Pancasila bakal bisa diandalkan buat memajukan bangsa dan negara ini. Karena itulah pembentukan karakter seperti itu termasuk juga dalam tujuan pendidikan nasional.

Pengertian Pendidikan

Pendidikan itu sendiri punya arti proses pembelajaran pengetahuan, keterampilan, serta kebiasaan yang diturunkan dari generasi satu ke generasi penerus agar mereka bisa secara aktif mengembangkan potensi diri dalam spiritual, kepribadian, kecerdasan dan lainnya. Pendidikan bisa berbentuk pelatihan, pengajaran, maupun penelitian.

Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli

Sementara pengertian pendidikan menurut para ahli adalah sebagai berikut:

Ki Hajar Dewantara

Pendidikan memiliki makna sebagai daya upaya yang dilakukan demi memajukan budi pekerti seperti kekuatan batin dan karakter, pikiran serta jasmani anak biar bisa memajukan kesempurnaan hidup dan agar anak bisa hidup selaras dengan alam dan masyarakat sekitar.

Ada 5 aspek penting yang mesti diutamakan dalam pendidikan, antara lain:

  • Semua usaha, alat serta cara mendidik mesti sesuai kodrat keadaan.
  • Kodrat keadaan mesti disimpan dalam adat istiadatnya yang walau bergolong-golong namun tetap merupakan satu kesatuan dengan sifat prikehidupan masing-masing. Semua sifat tersebut merupakan campuran dari berbagai usaha dan daya usaha yang dilakukan demi mencapai hidup tertib damai.
  • Adat istiadat tersebut tidak terluput dari pengaruh tempat serta zaman, jadi selalu berubah.
  • Biar bisa tahu garis hidup bangsa yang stabil, maka perlu pelajari zaman yang sudah lewat terlebih dulu.
  • Akibat adanya hubungan modern dengan bangsa lain, maka pengaruh percampuran tidak terhindarkan. Namun mesti senantiasa hati-hati dalam memilih mana yang baik dan buruk dan dapat merugikan.

Oemar Hamalik

Pendidikan merupakan proses yang bertujuan mempengaruhi siswa biar bisa beradaptasi sebaik mungkin dengan lingkungan hingga bisa mengakibatkan perubahan dalam diri dan bisa membuatnya berfungsi kuat dalam kehidupan bermasyarakat.

John Dewey

Menurutnya itu, arti pendidikan adalah sebuah proses pembentukan kecakapan fundamental, entah itu secara intelektual maupun emosional tentang alam dan manusia lainnya.

J. J. Rousseau

Pendidikan memberi pembekalan yang tidak didapat saat masih anak-anak, namun dibutuhkan saat dewasa.

Hoy dan Kottnap

Pendidikan terdiri dari sejumlah nilai budaya yang ditransformasikan sekolah ke siswa biar bisa berperan aktif di era global yang bercirikan persaingan ketat, yaitu nilai produktif, kejujuran, dan nilai berorientasi pada keunggulan.

Redja Mudyahardjo

Pendidikan memiliki tiga pengertian, yakni secara luas, sempit, dan alternatif. Secara luas, pendidikan diartikan sebagai hidup atau semua pengalaman belajar yang terjadi dalam lingkungan dan seumur hidup. Atau singkatnya semua situasi hidup yang berpengaruh pada pertumbuhan individu.

Sementara diartikan secara sempit, maka pendidikan memiliki arti sebagai sebuah sekolah, yang melibatkan semua pengajaran yang diselenggarakan di sekolah yang merupakan lembaga pendidikan formal. Dan pendidikan alternatif mengacu pada semua hal yang mempengaruhi anak dan remaja biar mereka bisa punya kemampuan sempurna dan kesadaran penuh mengenai hubungan dan tugas sosial.

H. Fuad Ihsan

Pendidikan merupakan usaha manusia yang dilakukan buat mengembangkan serta menumbuhkan potensi bawaan, entah itu rohani maupun jasmani, yang sesuai dengan nilai dan norma dalam masyarakat dan kebudayaan.  Selain buat menanamkan nilai dan norma, tujuan lainnya adalah buat mewariskan ke generasi penerus demi pelestarian hidup.

Prof. Lodge

Pendidikan dibagi menjadi dua pengertian, yakni secara luas dan sempit. Secara luas, pendidikan melibatkan semua pengalaman hidup. Jadi bisa dibilang hidup adalah pendidikan atau pendidikan adalah hidup.

Pendidikan secara sempit dibatasi pada fungsi tertentu dalam masyarakat. Yaitu pandangan hidup masyarakat ke generasi penerus dan penyerahan adat istiadat atau tradisi beserta latar belakang sosialnya.

Brubacher

Pendidikan termasuk proses timbal balik pada tiap individu pribadi di dalam penyesuaian diri dengan alam, teman, serta alam semesta. Dan juga adalah sebuah proses perkembangan terencana, beserta kelengkapan semua dari potensi individu, intelektual, moral, dan jasmani oleh dan buat membentuk kepribadiannya serta kegunaan masyarakat yang demi menghimpun semua aktivitas itu buat memenuhi tujuan hidup.

Buku Higher Education For America Democracy

Pendidikan adalah lembaga dalam masyarakat beradab yang memiliki tujuan pendidikan berbeda-beda. Sistem pendidikan masyarakat atau bangsa dan tujuan pendidikan didasarkan pada prinsip nilai cita-cita dan filsafat yang berlaku.

Prof. Richy

Pendidikan berhubungan dengan fungsi luas dari perbaikan dan pemeliharaan kehidupan bangsa atau masyarakat yang terutama bertujuan membawa warga masyarakat yang baru atau generasi muda demi menunaikan tanggung jawab dan kewajiban dalam bermasyarakat.

Undang-undang No. 20 Tahun 2003

Pendidikan merupakan usaha terencana serta sadar demi mewujudkan proses pembelajaran dan suasana belajar biar siswa bisa aktif mengembangkan potensi diri dan punya pengendalian diri, kekuatan spiritual keagamaan, kecerdasan, kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan yang dibutuhkan dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Tujuan Pendidikan Nasional dan Karakter

Lalu apa yang dimaksud dengan pendidikan nasional? Maksudnya yakni pendidikan dengan dasar dari Pancasila beserta UUD Negara Republik Indonesia 1945 yang berakar pada kebudayaan nasional dan nilai agama serta tanggap pada tuntutan perubahan zaman.

Tujuan dari pendidikan nasional sendiri adalah buat membentuk watak serta mengembangkan kemampuan serta peradaban bangsa yang bermartabat dengan tujuan demi mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan potensi generasi muda biar menjadi manusia bertakwa dan beriman pada Tuhan Yang Maha Esa, sehat, berakhlak mulia, cakap, berilmu, mandiri, kreatif, dan menjadi warga negara Indonesia yang bertanggung jawab serta demokratis.

Salah satu pendidikan nasional adalah pendidikan karakter generasi muda yang mempunyai makna segala bentuk kegiatan manusia yang didalamnya termasuk tindakan mendidik generasi selanjutnya. Tujuan pendidikan karakter itu sendiri terdiri dari dua jenis yang saling berkaitan satu sama lain.

Tujuan pertama adalah pembentukan individu secara terus menerus agar bisa mencapai kesempurnaan, melatih kemampuannya demi hidup yang lebih baik.

Dengan tercapainya tujuan pertama maka bisa mendukung tercapainya tujuan selanjutnya yaitu pembentukan bangsa yang bermoral, berakhlak mulia, tangguh, bertoleransi, bergotong royong atau bekerja sama, serta berjiwa suka menolong dan patriotik, bisa berkembang dengan dinamis, dan berorientasi pada teknologi, ilmu pengetahuan, beriman dan bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa.

Sementara dengan diterapkannya pendidikan Pancasila diharapkan para generasi muda bisa beriman dan bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa sesuai keyakinan yang dianut, berperilaku kerakyatan yang selalu mengutamakan kepentingan bersama, dan berperikemanusiaan yang adil dan beradab.

Tujuan pendidikan Pancasila diatur dalam Undang-undang No. 2 Tahun 1989 yang membahas sistem pendidikan nasional yang juga dicantumkan dalam SK Dirjen Dikti No. 38/DIKTI/Kep/2003 yakni guna menunjukkan arah tujuan ke moral agar bisa diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat di keseharian agar terbentuk individu yang memiliki lima karakter di bawah:

  • Mempunyai ketakwaan dan keimanan pada Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.
  • Mempunyai sikap kemanusiaan yang adil serta beradab pada orang lain dan tenggang rasa di tengah kemajemukan bangsa.
  • Mampu menciptakan serta menjaga persatuan bangsa, salah satunya dengan tidak melakukan tindakan anarkis yang bisa berakibat lunturnya Bhinneka Tunggal Ika di tengah keberagaman kebudayaan di dalam masyarakat.
  • Mampu menciptakan dan menjaga sikap kerakyatan yang mengutamakan kepentingan bersama serta musyawarah untuk mencapai mufakat.
  • Mampu memberi dukungan demi menciptakan keadilan sosial dalam bermasyarakat.

Kesimpulan

Jadi bisa dikatakan pendidikan Pancasila merupakan sarana untuk memahami, mengerti serta mendalami makna Pancasila yang merupakan dasar negara serta kepribadian bangsa Indonesia dan juga mengamalkan Pancasila ke kehidupan keseharian dalam bermasyarakat sesuai tujuan nasional dan cita-cita yang tercantum di Pembukaan Undang-undang Dasar 1945.

Jadi itulah tujuan pendidikan nasional yang penting bagi kemajuan serta pelestarian persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasarkan pada Pancasila.

Penikmat senja yang hanya ingin berbagi ilmu pengetahuan

Leave a Comment