Stakeholder : Pengertian, Teori, Serta Pembahasannya

  • Whatsapp
STAKEHOLDER Aadalah
STAKEHOLDER Aadalah

Stakeholder mungkin bagi Anda yang berkecimpung dalam dunia bisnis, tentu Anda sudah tidak asing lagi dengan istilah stakeholder. Lantas apa yang dimaksud dengan stakeholder sebenarnya?

Pengertian Stakeholder

Stakeholder adalah pemangku kepentingan. Atau dengan kata lain stakeholder adalah semua pihak didalam masyarakat baik individu, kelompok masyarakat, atau pun komunitas yang memiliki hubungan dan kepentingan dalam suatu organisasi, organisasi masyarakat, pemerintahan atau perusahaan.

Walau cakupan stakeholder sangat luas, akan tetapi seringkali stakeholder menjadi istilah kata yang dikaitkan dengan lingkungan bisnis. Dalam ruang lingkup bisnis, stakeholder memiliki teori  dimana teori tersebut dapat membentuk suatu tatanan yang komprehensif. Mengenai seperti apa teori stakeholder, bisa Anda simak dalam ulasan berikut ini!

Baca juga : Ide Bisnis Rumahan Online, Kreatif, dan unik modal kecil

Teori Stakeholder

Teori stakeholder atau pemangku kepentingan berkembang diawali dengan berubahnya bentuk pendekatan perusahaan dalam melakukan berbagai macam aktivitas usaha. Terdapat dua bentuk pendekatan stakeholder atau pemangku kepentingan secara umum.

Kedua bentuk pendekatan tersebut terdiri atas old corporate relation dan juga new corporate relation. Namun yang paling terkenal dan konsepnya banyak dimainkan adalah old corporate relation.

Old corporate relation merupakan pendekatan istilah yang menekankan terhadap bentuk pelaksanaan aktivitas perusahaan secara terpisah. Masing–masing fungsi dalam sebuah perusahaan yang menerapkan old corporate relation bertugas melakukan pekerjaan masing – masing tanpa adanya kesatuan diantara masing – masing fungsinya.

Bagian produksi hanya berkutat tentang bagaimana cara memproduksi barang sesuai dengan target yang telah dikehendaki manajemen perusahaan. Bagian pemasarannya hanya bekerja berkaitan dengan konsumennya tanpa adanya pengadaan koordinasi antara satu dengan yang lainnya.

Baca juga : Fungsi Pemasaran Pengertian dan Pembahasannya

Hubungan antara pemimpin dengan karyawan dan pemasok pun berjalan secara searah, kaku dan memiliki orientasi jangka pendek. Hal tersebut yang menjadi penyebab setiap bagian perusahaan memiliki kepentingan, nilai dan tujuan yang masing – masing berbeda.

Kepentingan, nilai dan tujuan yang berbeda tersebut tergantung juga pada masing – masing pimpinan. Karena tentu beda pimpinan, beda cara pandang dan tujuan dalam mencapai sesuatu yang diinginkan.

Dalam teori stakeholder old corporate relation, hubungan dengan pihak di luar perusahaan bersifat jangka pendek dan hanya bersifat transaksional saja. Sementara hal ini yang sudah mulai ditinggalkan karena di era yang baru, hubungan jangka panjang yang dibentuk. Ini saja kombinasi pemangku kepentingan yang berubah di era modern sekarang ini.

Pada konsep teori old corporate relation, pendekatan tipe ini banyak menimbulkan suatu konflik karena perusahaan berusaha memisahkan diri dengan stakeholder baik yang berasal dari dalam perusahaan dan yang berasal dari luar perusahaan.

Konflik yang sangat memungkinkan terjadi didalam perusahaan jika penerapan old corporate diterapkan yaitu tekanan dari karyawan yang menuntut perbaikan kesejahteraan dan taraf hidup. Tekanan tersebut dapat berupa upaya pemogokan menuntut perbaikan sistem dan upah.

Aktivitas operasional perusahaan akan terganggu hingga berujung pada kerugian perusahaan yang cukup signifikan jika hal tersebut terjadi dalam kurun waktu yang lama. Karena itu pada akhirnya mulailah era baru new corporate relation berkembang dan mulai banyak digunakan terhitung sejak tahun 2012 silam.

Stakeholder sendiri hadir dengan tujuan utamanya untuk membantu manajemen perusahaan dalam upaya peningkatan penciptaan nilai dalam setiap aktivitas yang dilakukan. Jadi walau teori pemangku kepentingan mampu memperluas perspektif pengelolaan perusahaan dan menjelaskan hubungan antara perusahaan dengan stakeholder secara jelas, teori ini memiliki kelemahan.

Gray et al di tahun 1997 mengatakan bahwa kelemahan dari teori yang berkembang tersebut, terdapat pada fokus arahnya yang tertuju pada cara – cara yang digunakan perusahaan dalam pengaturan pemangku kepentingan.

Dalam teori stakeholder yang berkembang, perusahaan hanya akan diarahkan untuk melakukan identifikasi atas suatu konsep dan manajemen langkah yang dianggap penting dan berpengaruh.

Baca juga : Manajemen : Pengertian, 6 Unsur Di Dalamnya, Serta Berbagai Penggolongan Ilmu Administrasi

Terdapat tiga buah argumen yang mendukung tata kelola perusahaan berdasarkan perspektif teori stakeholder, diantaranya meliputi :

Argumen deskriptif

Dalam argument deskriptif, dipercaya bahwa pandangan pemangku kepentingan secara sederhana merupakan deskripsi secara realtistis tentang bagaimana sebuah perusahaan sebenarnya bekerja atau melakukan operasional hariannya.

Manager harus berupaya memberikan perhatian secara penuh terhadap kinerja perusahaan, mulai dari kinerja keuangan sampai dengan manajemen. Dalam teorinya, untuk meminimalisir semua kekurangan dan mendapatkan hasil yang konsisten maka manajer harus memberikan perhatian penuh pada produksi produk – produk berkualitas tinggi dan inovatif.

Manajer secara praktis harus memiliki kemampuan mengarahkan energi yang mereka punya terhadap keseluruhan pemangku kepentingan mulai dari lini atas sampai dengan lini bawah.

Argumen instrumental

Selanjutnya, terdapat argument instrumental yang berbeda dari konsep sebelumnya dalam teori stakeholder. Argumen instrumental menyatakan bahwa manajemen atas pemangku kepentingan dinilai sebagai suatu model strategi yang dilakukan oleh perusahaan untuk mencapai apa yang menjadi tujuannya.

Perusahaan – perusahaan yang mempertimbangkan hak dan memberikan perhatian atas berbagai kelompok pemangku kepentingan tersebut, pada akhirnya akan menghasilkan kinerja yang jauh lebih baik dalam sistem yang dihadirkan.

Argumen normatif

Dalam argumen normatif, dinyatakan bahwa manajemen memiliki kepentingan yang besar terhadap pemangku kepentingan. Pemangku kepentingan terbesar adalah perusahaan.

Perusahaan sebagai pemangku kepentingan terbesar memiliki penguasaan dan kendali yang sangat besar atas sumber daya yang dimiliki. Semua yang dilakukan atas kendali perusahaan merupakan hak istimewa bagi perusahaan tersebut. Hak istimewa tersebut yang menjadi penyebab terhadap kewajiban perusahaan atas semua pihak yang mendapat efek baik positif atau negative dari berbagai tindakan perusahaan.

Itulah pengertian dan sekaligus teori stakeholder dalam dunia bisnis secara umum. Jika dimanfaatkan sebaik mungkin tentu saja stakeholder akan memberikan manfaat yang luar biasa dalam lingkarannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *