ISO 45001 : Pengertian, Manfaat, Cara Menerapkan, Serta Persyaratannya.

ISO 45001 adalah standar internasional untuk manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang diterbitkan oleh Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO) pada tahun 2018. Standar ini merupakan pengganti dari standar OHSAS 18001 dan memberikan kerangka kerja untuk membantu organisasi dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko K3, menerapkan tindakan pencegahan dan peningkatan, serta mematuhi peraturan dan persyaratan hukum yang berlaku terkait K3. Dengan menerapkan ISO 45001, sebuah organisasi dapat meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja, mengurangi insiden K3, dan meningkatkan kinerja keselamatan secara keseluruhan.

Apa itu ISO 45001 ?

ISO 45001 adalah standar international untuk mengelola sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja. Ini menentukan kerangka kerja bagi organisasi untuk mengelola risiko dan meningkatkan kinerja di bidang kesehatan dan keselamatan kerja.

Standar ini dikembangkan oleh kelompok kerja ahli dari lebih dari 60 negara, yang mewakili berbagai pemangku kepentingan termasuk bisnis, pekerja, pemberi kerja, pemerintah, dan profesional K3.

ISO 45001 dimaksudkan untuk digunakan oleh organisasi dari semua ukuran dan industri. Ini dapat diterapkan pada semua jenis organisasi, terlepas dari ukuran, struktur, atau sektornya.

Standar ini disusun berdasarkan empat elemen berikut:

  • Konteks organisasi
  • Kepemimpinan
  • Perencanaan
  • Mendukung
  • Operasi
  • Evaluasi kinerja
  • Perbaikan

Setiap elemen berisi persyaratan yang harus dipenuhi organisasi agar sesuai dengan standar.

ISO 45001 saat ini sedang dalam tahap akhir pengembangan dan diharapkan akan diterbitkan pada awal tahun 2018.

Manfaat ISO 45001

ISO 45001 memberikan berbagai manfaat bagi organisasi untuk mengelola risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di tempat kerja. Beberapa manfaat utama dari menerapkan ISO 45001 adalah sebagai berikut :

  • Meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja : Dengan menerapkan standar ini, organisasi dapat mengidentifikasi dan mengelola risiko K3, menerapkan tindakan pencegahan dan peningkatan, serta mematuhi peraturan dan persyaratan hukum yang berlaku terkait K3. Hal ini dapat meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja.
  • Meningkatkan efisiensi dan produktivitas : Menerapkan ISO 45001 dapat membantu mengurangi insiden K3 di tempat kerja, sehingga mengurangi biaya terkait insiden dan absensi karyawan. Selain itu, organisasi juga dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas karena karyawan merasa lebih aman dan nyaman bekerja di tempat kerja yang aman dan sehat.
  • Meningkatkan citra dan reputasi organisasi : Dengan menerapkan standar ini, organisasi bisa memperlihatkan komitmen mereka terhadap keselamatan dan kesehatan kerja, yang dapat meningkatkan citra dan reputasi organisasi di mata karyawan, pelanggan, dan masyarakat.
  • Meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan dan persyaratan hukum : ISO 45001 membantu organisasi memahami dan mematuhi peraturan dan persyaratan hukum yang berlaku terkait K3. Dengan demikian, organisasi dapat menghindari potensi sanksi dan tuntutan hukum terkait insiden K3.
  • Meningkatkan keterlibatan karyawan : Dengan melibatkan karyawan dalam proses manajemen K3, organisasi dapat meningkatkan keterlibatan dan kesadaran karyawan terhadap risiko K3 di tempat kerja. Hal ini dapat membantu menciptakan budaya keselamatan yang kuat di tempat kerja.
  • Akses ke pasar baru – beberapa tender dan kontrak sekarang memerlukan sertifikasi ISO 45001 sebagai prakualifikasi.
  • Mendukung pembangunan berkelanjutan – Dengan meningkatkan kinerja K3, ISO 45001 dapat membantu organisasi berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga  Sprinkler : Definisi, Keuntungan, Jenis, Cara-cara, dan Harga

Cara menerapkan ISO 45001

Untuk menerapkan ISO 45001, organisasi dapat mengikuti langkah-langkah berikut :

  • Menentukan tujuan dan ruang lingkup implementasi : Tentukan tujuan dan ruang lingkup implementasi standar ISO 45001 sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi.
  • Melakukan analisis risiko : Lakukan analisis risiko terhadap kegiatan dan proses kerja di organisasi untuk mengidentifikasi risiko K3 yang ada dan menerapkan tindakan pencegahan yang tepat.
  • Mengembangkan kebijakan dan prosedur : Buat kebijakan dan prosedur terkait K3, termasuk prosedur untuk mengidentifikasi, mengelola, dan melaporkan risiko K3.
  • Melakukan pelatihan dan kesadaran : Lakukan pelatihan dan kesadaran terhadap karyawan mengenai pentingnya K3, serta prosedur dan praktik yang harus diikuti untuk memastikan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja.
  • Melakukan audit internal : Lakukan audit internal secara berkala guna meyakinkan bahwa sistem manajemen K3 berjalan efektif dan efisien sesuai dengan standar ISO 45001.
  • Menyelenggarakan tinjauan manajemen : Lakukan tinjauan manajemen secara berkala untuk mengevaluasi kinerja sistem manajemen K3 dan memastikan bahwa tujuan dan target K3 dicapai.
  • Mendapatkan sertifikasi : Setelah sistem manajemen K3 terbukti efektif dan efisien, organisasi dapat mengajukan permohonan sertifikasi ISO 45001 kepada lembaga sertifikasi yang terakreditasi.

Menerapkan ISO 45001 membutuhkan komitmen dan dukungan penuh dari manajemen dan karyawan di semua tingkatan organisasi. Hal ini juga memerlukan waktu dan biaya yang signifikan, namun dapat memberikan manfaat jangka panjang dalam meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja serta kinerja keseluruhan organisasi.

Persyaratan ISO 45001

ISO 45001 adalah standar international untuk mengelola sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk memenuhi standar ini. Berikut adalah beberapa persyaratan umum ISO 45001:

  • Komitmen dan tanggung jawab manajemen : Manajemen puncak organisasi harus berkomitmen terhadap kesehatan dan keselamatan kerja, dan harus bertanggung jawab atas manajemen K3. Komitmen ini harus dikomunikasikan kepada semua anggota organisasi, dan manajemen puncak harus menyediakan sumber daya dan dukungan yang diperlukan untuk manajemen K3.
  • Kebijakan K3 : Organisasi harus memiliki kebijakan K3 yang jelas dan terdokumentasi. Kebijakan ini harus mencakup komitmen organisasi untuk menjaga keselamatan dan kesehatan kerja, serta mematuhi persyaratan hukum dan peraturan yang berlaku.
  • Perencanaan K3 : Organisasi harus melakukan analisis risiko dan mengidentifikasi bahaya dan risiko K3 di tempat kerja. Organisasi juga harus mengembangkan rencana tindakan untuk mengurangi risiko K3 dan meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja.
  • Implementasi dan operasi : Organisasi harus menerapkan prosedur dan praktik K3 yang sesuai untuk mengelola risiko K3 di tempat kerja. Organisasi juga harus menyediakan pelatihan dan kesadaran kepada karyawan untuk memastikan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja.
  • Evaluasi kinerja : Organisasi harus mengevaluasi kinerja sistem manajemen K3 secara berkala untuk memastikan bahwa tujuan dan target K3 dicapai. Organisasi juga harus melakukan audit internal untuk Meyakinkan bahwa sistem manajemen K3 berjalan efektif dan efisien sesuai dengan standar ISO 45001.
  • Tinjauan manajemen : Organisasi harus meninjau manajemen secara rutin untuk mengevaluasi kinerja sistem manajemen K3 dan Meyakinkan bahwa kebijakan dan prosedur K3 masih sesuai dengan tujuan dan target K3 organisasi.
  • Peningkatan K3 : Organisasi harus menerapkan tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan untuk memperbaiki sistem manajemen K3 dan Meyakinkan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja terus ditingkatkan.
Baca Juga  General Cleaning : Pengertian, Manfaat, Tujuan, Jenis, Cara, dan Tips

Memenuhi persyaratan ISO 45001 memerlukan komitmen dan dukungan penuh dari manajemen dan karyawan di semua tingkatan organisasi. Hal ini juga memerlukan waktu dan biaya yang signifikan, namun dapat memberikan manfaat jangka panjang dalam meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja serta kinerja keseluruhan organisasi.

Leave a Comment