Pergerakan Lempeng : Pengertian dan Pembahasannya

  • Whatsapp
PERGERAKAN LEMPENG
PERGERAKAN LEMPENG

Pergerakan Lempeng – Pernahkah kamu merasakan benda-benda disekitarmu bergerak dengan sendirinya, disaat sedang enak-enaknya makan atau tidur tiba-tiba benda-benda disekitar kita bergerak ke kiri dan kanan berayun dan lainnya, tentu menakutkan bukan?

Ternyata itu semua bukan karena adanya mahkluk halus loh hehe, melainkan sebuah fenomena alam yang biasa di sebut dengan Gempa Bumi, Nah kali ini Pengertian.id bukan mau menjelaskan Tentang Gempa bumi namun lebih ke apa yang menyebabkannya salah satunya adalah Pergerakan lempeng. Yuk simak sampai selesai.

Pengertian pergerakan lempeng

Pergerakan lempeng adalah suatu peristiwa tektonik yang terjadi di bumi. Aktivitas tersebut menjadi penyebab permukaan bumi memiliki kenampakan tinggi rendah yang berbeda.

Gerakan tektonik yang terjadi merupakan akibat dari adanya pergerakan lempeng bumi. Gerakan yang terjadi sangat berpengaruh dalam menimbulkan suatu retakan, lipatan, lekukan dan juga patahan di permukaan bumi. Informasi selengkapnya tentang pergerakan lempeng bisa Anda simak dalam ulasan berikut ini!

Teori Tektonik Lempeng

Dalam teori tektonik lempeng, dinyatakan bahwa lempeng benua yang ada sekarang ini mengapung diatas lapisan batuan yang cair dan berat yang disebut dengan istilah astenosfer. Pergerakan lempeng yang terjadi disebabkan karena terdapatnya suatu dorongan dari arus konveksi mantel.

Dalam teori tektonik lempeng juga dinyatakan bahwa bumi terdiri atas lapisan luar dan lapisan dalam, kemudian terbagi lagi berdasarkan karakteristik fisik atau kimiawinya. Lapisan luarnya sendiri meliputi beberapa elemen yaitu litosfer dan astenosfer, sementara lapisan bagian dalam meliputi bagian mantel dan intinya.

Dalam teori tektonik lempeng, pergerakan lempeng terbagi ke dalam dua jenis gerakan tektonik yaitu gerakan epirogenetik dan juga orogenetik. Gerak epirogenetik merupakan gerak naik turunnya kulit bumi dengan tenaga yang lambat dan meliputi daerah yang luas.

Baca juga : Lingkungan Hidup, Pengertian, Unsur, Jenis, Serta Contohnya Di Bumi

Gerak epirogenetik tersebut terbagi menjadi dua bagian yaitu gerakan epirogenesa positif dan gerakan epirogenesa negatif. Gerakan epirogenesa positif mengarah ke arah bawah sehingga menyebabkan daratan menurun kemudian permukaan laut seolah – olah naik.

Sementara gerakan epirogenesa negatif membuat daratan naik karena gerakan tersebut mengarah ke bagian atas. Hal ini menjadi penyebab mengapa permukaan laut seolah – olah menurun pada akhirnya.

Selanjutnya ada gerak orogenetik seperti yang sudah kami sebutkan sebelumnya. Yang dimaksud dengan gerak orogenetik adalah gerak relatif cepat yang memiliki daerah lingkup cenderung sempit. Bentuk gerakannya terjadi antara lipatan, patahan atau retakan.

Dalam gerak orogenetik, patahan yang lebih rendah disebut dengan graben, sementara patahan yang lebih tinggi disebut dengan horst. Kedua jenis patahan tersebut terjadi akibat terjadinya gaya renggangan di bagian lempeng.

Gerak orogenetik tidak hanya menghasilkan patahan, melainkan gerak orogenetik juga menghasilkan lipatan. Dalam gerak orogenetik, lipatan yang lebih rendah disebut dengan sinklinal sementara lipatan yang lebih tinggi disebut dengan antiklinal.

Sinklinal dan antiklinal dalam gerak orogenetik terjadi karena kompresi lempeng yang terjadi. Lempeng tersebut mengalami pergerakan dimana anggapan umum tentang alasan lempeng bergerak adalah karena berat dari kerak samudra yang terjadi disertai peristiwa cairnya lapisan astenosfer.

Pergerakan lempeng disuplai oleh energi awal berupa arus konveksi yang menjadi salah satu metode perambatan panas bumi. Akan tetapi sekarang ada beberapa teori baru mengenai alasan awal dari sebuah pergerakan lempeng mulai dari berat jenis kerak samudra sampai dengan gaya rotasi buminya.

Pengertian Konvergen dan Divergen dalam Pergerakan Lempeng

Dalam pergerakan lempeng, kita mengenal istilah konvergen dan divergen. Apa yang dimaksud dengan konvergen dan divergen? Disini kita akan menjabarkan tentang pengertian konvergen dan divergen.

Pengertian dan contoh fenomena Konvergen

Konvergen merupakan suatu gerakan dimana dua lempeng mengalami pertemuan. Kondisi ini menjadi penyebab fenomena subduksi jika terdapat lempeng yang lebih berat atau sama – sama berat. Juga menjadi penyebab fenomena koalisi jika lempeng sama – sama dalam kondisi ringan.

Contoh fenomena subduksi antara kerak benua dengan kerak samudera yang bisa kita saksikan adalah di bagian selatan Pulau Jawa. Sementara mengenai contoh dari fenomena koalisi adalah terjadi pada Pegunungan Himalaya yang bisa disaksikan tepat di area perbatasan antara India dan Nepal. Jadi pegunungan tersebut terbentuk akibat tumbukan yang terjadi antara lempeng benua Eurasia dengan kerak benua subkontinen di India.

Sementara Kepulauan Mentawai, Aleutian, Filiphina dan West Indies merupakan contoh dari terjadinya gerakan subduksi yang terjadi antara lempeng samudera dengan samudera. Gerakan ini pada akhirnya akan menciptakan bentang alam island arc yang luas.

Gerakan konvergen dalam pergerakan lempeng menjadi salah satu sebab adanya pegunungan di permukaan bumi. Gerakan koalisi yang terjadi mampu menciptakan kenampakan alam berupa barisan pegunungan, sementara gerakan subduksi mampu menciptakan barisan pegunungan vulkanik. Subduksi dan koalisi juga dapat menjadi penyebab terjadinya pegunungan lipatan di wilayah bagian lempeng yang ditekan karena terdapat deformasi batuan.

Baca juga : Mikroskop : Pembahasan, Fungsi, Serta Bagian-bagiannya

Pengertian dan contoh fenomena Divergen

Selain konvergen, kita juga mengenal istilah divergen dalam pergerakan lempeng. Divergen merupakan suatu gerakan yang terjadi dimana kedua lempeng saling berjauhan satu dengan yang lain. Kondisi ini menjadi penyebab adanya rift valley atau mid oceanic ridge.

Rift valley sendiri merupakan suatu fenomena yang terjadi ketika lempeng benua terbelah menjadi dua bagian. Hal tersebut terjadi karena terdapatnya intrusi magma di tengah – tengah lempeng. Intrusi magma tersebut secara umum terjadi disebabkan karena adanya gerakan arus konveksi yang mendorong suatu lempeng ke dua arah yang berbeda sehingga terbelah di lokasi dorongannya.

Ketika kerak samudera terbelah menjadi dua bagian yang disebut dengan rekahan samudera, hal tersebut menjadikan dorongan dari magma yang bergerak keatas dari dalam perut bumi intensitasnya semakin besar. Mid oceanic ridge kemudian menciptakan lempeng samudera yang baru setiap saat. Karenanya semua samudera yang memiliki mid oceanic ridge umumnya bersifat melebar.

Skema Gambar Pergerakan Lempeng

Agar kita semakin paham tentang hakikat dari pergerakan lempeng, kita bisa menyaksikan skema gambar pendukung berikut ini!

SKEMA PERGERAKAN LEMPENG
SKEMA PERGERAKAN LEMPENG

Semoga ulasan yang kami bagikan diatas tentang pergerakan lempeng sekaligus teori pergerakan lempeng menjadi informasi yang bermanfaat dan menambah wawasan kita lebih jauh lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment