Pengertian IMEI

Pengertian IMEI (International Mobile Equipment Identity ) adalah nomor identitas khusus yang dikeluarkan oleh asosiasi GSM (GSMA) untuk tiap slot kartu GSM yang dikeluarkan oleh produsen HP. Setiap ponsel memiliki nomor IMEI yang mengidentifikasi ponsel, bahkan Indonesia akan menggunakan IMEI untuk pemblokiran ponsel black market.

Fungsi IMEI

Setelah mengetahui sekilas tentang pengertian IMEI, ada baiknya kita mengetahui juga apa sebenarnya fungsi dari IMEI. Berikut ini adalah fungsinya :

  1. Mengetahui identitas HP.
  2. Untuk mengecek garansi.
  3. Untuk melacak HP hilang.

Cara Cek IMEI

Setelah mengetahui pengertian IMEI dan fungsinya, kita akan lanjut membahas cara cek IMEI. Ada beberapa cara untuk memeriksa atau mengetahui IMEI yang bisa kita lakukan dengan cara berikut ini :

Dengan kode dialing *#06#

1. Masuk ke menu atau Apps Dialer HP android kamu.
2. Ketik kode dial *#06# , kemudian tekan tombol ENTER Atau telepon (Call / Panggil).
3. Periksalah, maka secara otomatis akan muncul informasi mengenai IMEI kamu.

Melalui pengaturan ponsel

1. Bukalah menu Settings atau Pengaturan pada HP android kamu.
2. Selanjutnya pilih opsi About Phone.
3. Untuk mengetahui IMEI pilihlah opsi Status,

Tertera pada Kotak HP, Baterai dan Perangkat HP

Nah untuk hal ini paling mudah kamu lakukan dimana kamu bisa mengecek secara langsung pada kotak HP kamu karena biasanya akan dicantumkan nomor IMEI yang terdaftar apabila kamu membeli langsung di toko resmi.

Cara Cek IMEI Kemenperin Untuk HP Black Market (BM)

Beberapa bulan yang lalu pemerintah atas nama Kemenperin mengeluarkan kebijakan guna mengatasi permasalahan ponsel bajakan yang diedarluaskan di pasar gelap atau black market. Kebijakan tersebut berupa pemblokiran untuk akses kartu sim sehingga ponsel black market tidak bisa digunakan untuk telepon dan mengirim pesan singkat. Maka dari itu kamu harus mengecek apakah ponsel kamumu hasil BM maupun tidak.

Caranya adalah dengan melakukan pengecekan IMEI dari ponsel tersebut. Jika terdapat Kode IMEI, maka artinya ponsel tersebut original dan masuk ke pasar Indonesia secara legal. Namun apabila tidak tertera kode IMEI, artinya ponsel kamu BM dan bersiaplah untuk menghadapi kemungkinan terburuk yaitu pemblokiran. Untuk lebih jelasnya kami akan mengulas Cara Cek IMEI Kemenperin Untuk HP BM tersebut pada artikel yang ada di bawah ini.

Sekilas Info Tentang IMEI HP BM

Pemerintah secara resmi telah menetapkan peraturan mengenai penjualan ponsel ilegal atau black market yang beredar di Indonesia. Keputusan tersebut nantinya akan memblokir produk ponsel yang tidak memiliki International Mobile Equipment Identity atau IMEI di Kementerian Perindustrian.

Pengertian IMEI atau International Mobile Equipment Identity sendiri merupakan identitas dari sebuah produk yang di keluarkan oleh Global System for Mobile Association (GSMA). Kode IMEI sendiri merupakan 15 atau 16 digit angka unik yang digunakan untuk tersambung dengan jaringan seluler di suatu negara. Jadi, IMEI ini merupakan salah satu hal yang terpenting untuk mendeteksi apakah ponsel tersebut legal atau ilegal yaitu black market alias BM.

Adapun untuk skema yang dipilih pemerintah guna memblokir ponsel black market adalah white list. Yang dimaksud dengan white list adalah nantinya ketika ada ponsel black market yang IMEI tidak terdaftar dan ketika di aktifkan setelah tanggal 16 April 2020 nanti secara otomatis akan diblokir oleh pemerintah. Dengan kata lain apabila mengalami pemblokiran maka tidak dapat digunakan untuk mengakses jaringan seluler.

Skema white list tersebut menjadi satu langkah pasti dari pemerintah guna melindungi konsumen di negeri ini agar tidak salah membeli produk yang ilegal, atau bisa juga untuk mencegah warga Indonesia tidak membeli produk ponsel black market. Karena apabila masih ada orang yang ngeyel dan tetap membeli produk black market setelah regulasi tersebut ditetapkan, maka segala resiko dan kerugian bersiap ditanggung sendiri.

Cara Cek IMEI Kemenperin Untuk HP Black Market (BM)

Ada dua tahapan untuk Cara Cek IMEI Kemenperin Untuk HP BM dan memastikan apakah IMEI dari ponsel yang kamu miliki telah terdaftar di Kementerian Perindustrian. Tahapan pertama adalah kamu ketahui terlebih dahulu nomor IMEI dari ponsel tersebut. Adapun untuk caranya sangatlah mudah. Kamu masuk ke menu dial telepon, kemudian tekan tombol kombinasi *#06#. Nanti secara otomatis ponsel tersebut akan merespon perintah dan memunculkan kode IMEI dari ponsel tersebut.

Cara lain untuk mengetahui nomer IMEI dari sebuah ponsel adalah dengan masuk ke menu Pengaturan atau Setelan atau Settings. Pada menu setelan tersebut kamu scroll ke bawah dan cari menu dengan tulisan Tentang Ponsel atau About Phone. Kemudian di menu About Ponsel tersebut, kamu pilih dan klik menu status. Terakhir kamu pilih dan klik menu dengan tulisan IMEI Information. Nanti akan muncul kode IMEI dari ponsel yang kamu miliki.

Jika kamu sudah mengetahui kode berupa 15 atau 16 digit angka dari ponsel milik kamu, selanjutnya kamu bisa langsung melakukan tahapan pengecekan IMEI di laman website dari Kementerian Perindustrian tersebut yaitu di https://imei.kemenperin.go.id/ . Pada halaman utama atau beranda dari website tersebut, kamu masukan kode IMEI dari ponsel milik kamu pada kolom yang disediakan.

Akan ada dua kemungkinan keterangan yang muncul setelah kamu memasukan kode IMEI dari ponsel tersebut. Yang pertama adalah keterangan bahwa kode IMEI yang kamu masukan telah terdaftar secara resmi di database Kementerian Perindustrian dan secara otomatis ponsel tersebut aman dari pemblokiran, karena ponsel masuk dalam kategori legal.

Sedangkan kemungkinan kedua adalah akan muncul informasi yang menjelaskan bahwa kode IMEI yang kamu masukan tidak terdaftar di Kementerian Perindustrian. Dengan kata lain ponsel tersebut ilegal atau black market.

Resiko Menjual Ponsel Black Market

Perlu kami ingatkan, khususnya kepada orang yang hingga saat ini masih bebal dan terus menjual ponsel black market. Hati-hati, ada hukuman pidana yang bisa menjerat siapa saja yang mengedarkan dan menjual ponsel ilegal atau black market. Ada dua macam sanksi yang diberlakukan kepada para penjual ponsel ilegal, yang pertama adalah sanksi administratif atau denda dan yang lainnya adalah hukuman pidana alias penjara.

Semisal dalam suatu contoh ada razia dari pihak-pihak bersangkutan yang menggeledah gerai ponsel secara langsung dan apabila ditemukan ponsel ilegal, maka penjual tersebut akan langsung dibekukan dan ponsel yang mereka jual akan disita. Pelaku akan dikenai denda untuk menghukum perbuatannya menjual ponsel yang tidak memiliki IMEI yang terdaftar di Kementerian Perindustrian.

Resiko Membeli Ponsel Black Market

Selain untuk penjual, pembeli ponsel black market juga memiliki resiko-resiko yang berbahaya. Salah satunya adalah ponsel tersebut akan kena white list yaitu pemblokiran untuk akses jaringan seluler. Jika sudah begitu, maka ponsel tersebut tidak bisa kamu gunakan untuk menelepon dan berkirim pesan. Kemungkinan HP tersebut masih bisa digunakan untuk akses internet, tetapi aksesnya terbatas, hanya bisa dilakukan dengan menggunakan jaringan WiFi.

Tak hanya itu saja, ada beberapa resiko lain yang membayangi kamu ketika membeli ponsel black market. Resiko tersebut adalah ponsel yang kamu beli memiliki potensi besar mudah rusak. Jangan kamu kira ponsel black market yang dijual dengan harga murah tersebut bisa awet digunakan untuk jangka waktu yang lama, itu salah besar. Ponsel black market bisa cepat rusak karena komponen-komponen ponsel tidak original.

Dan ketika ponsel tersebut rusak setelah dua bulan pemakaian misalnya, kamu tidak bisa mengembalikan ponsel tersebut dan menggantinya dengan yang baru. Hal ini disebabkan karena penjual tidak menyediakan garansi produk. Tentu hal ini akan sangat merugikan. Kalaupun ada penjual ponsel black market yang menawarkan garansi, itu paling hanya satu bulan saja dari hari pertama pembelian.

Potensi rusak dari ponsel black market ini sangatlah tinggi. Karena itu kamu perlu hati-hati ketika akan membeli ponsel. Tanyakan terlebih dahulu kepada penjual apakah ponsel tersebut legal, dan kalau perlu sekalian kamu cek IMEI dari ponsel tersebut apakah terdaftar atau tidak. Biasanya di dalam kotak ponsel terdapat keterangan IMEI dan kamu minta penjual untuk mengecek IMEI tersebut.

Nah itulah ulasan lengkap tentang pemblokiran ponsel ilegal atau black market. Ada baiknya ketika kamu membeli ponsel baru, belilah di gerai resmi dan terpercaya agar tidak mendapatkan ponsel black market. Sekian dan terima kasih.

Sumber : https://imei.kemenperin.go.id

Penikmat senja yang hanya ingin berbagi ilmu pengetahuan

Leave a Comment