Pengertian HAM

Pengertian HAM atau Hak Asasi Manusia adalah menurut UUD 1945 pasal 28 I ayat 1 yang mendefinisikan HAM sebagai hak untuk hidup, hak agar tidak disiksa, hak beragama, hak kemerdekaan hati nurani dan pikiran, hak buat diakui sebagai pribadi di depan hukum, serta hak tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut.

Ham merupakan hak paling mendasar yang mesti dihargai, dihormati serta tidak pernah dilanggar oleh siapapun. Pelanggaran HAM ini sudah sepatutnya mendapatkan hukuman seberat mungkin sesuai pelanggaran yang dilakukan.

Apa itu HAM

Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan sudah sewajarnya saling menghargai, menghormati serta melindungi, terutama apabila menyangkut hak yang paling asasi. Pengertian HAM secara umum adalah hak paling mendasar yang dimiliki setiap manusia sejak lahir tanpa terkecuali.

HAM sendiri terdiri dari tiga pondasi pemikiran utama, yaitu hak, asasi serta manusia. Lalu apa itu Hak? Asasi?

Hak merupakan sesuatu yang mesti didapatkan seseorang sejak lahir atau sejak menyelesaikan suatu kewajiban tertentu. Sementara asasi mengacu pada dasar atau bisa juga dibilang sebagai minimum.

Pengertian HAM Menurut UUD 1945 Pasal 28 Ayat 1

Pengertian HAM Atau Hak Asasi Manusia dari berbagai sudut pandang, salah satunya adalah menurut UUD 1945 pasal 28 I ayat 1 yang mendefinisikan HAM sebagai hak untuk hidup, hak agar tidak disiksa, hak beragama, hak kemerdekaan hati nurani dan pikiran, hak buat diakui sebagai pribadi di depan hukum, serta hak tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut.

Pengertian HAM Menurut Para Ahli

Sementara pengertian HAM menurut ahli antara lain adalah sebagai berikut:

John Bodin

Selain itu menurut teori kedaulatan rakyat yang dikemukakan John Bodin, negara bisa dibentuk kalau asas pactum unionis dan pactum subjectionis dimiliki. Dimana pactum unionis mengacu pada perjanjian masing-masing individu buat membentuk sebuah negara.

Pactum subjectionis lebih menekankan pada perjanjian individu dengan negara yang dibentuk. Tujuan kedua asas tersebut adalah memastikan negara menjalankan tugas semata-mata untuk melaksanakan mandat individu atau dalam hal ini rakyatnya.

Dengan begitu, berdasar pada kedua asas di atas, pemerintah wajib melindungi hak individu rakyatnya agar dapat hidup tentram dan nyaman.

Franz Magnis-Suseno

Hak manusia yang bukan merupakan pemberian oleh masyarakat, melainkan pemberian karena martabatnya sebagai manusia, HAM dimiliki semata-mata karena ia adalah seorang manusia.

Undang-undang No. 39 Tahun 1999

Seperangkat hak yang melekat pada hakikat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan atau sebagai anugerah yang mesti dijunjung tinggi, dihormati, serta dilindungi negara, pemerintah, hukum dan tiap orang demi perlindungan harkat dan martabat manusia serta demi kehormatan.

Budiardjo

Menurutnya Pengertian HAM ialah Hak manusia yang diperoleh sejak lahir atau sejak hadir di tengah-tengah masyarakat.

Oemar Seno Adji

Pengertian HAM menurut Oemar Seno adji ialah merupakan hak yang melekat pada martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang tidak boleh dilanggar siapapun.

A.J. M. Milne

Sedangkan menurut A.J.M.Milne, Pengertian Ham adalah hak seluruh umat manusia di tiap masa, tiap tempat karena keutamaan dari keberadaannya sebagai manusia.

C. de Rover

Hak hukum setiap orang sebagai manusia yang bersifat universal baik kaya maupun miskin, pria maupun wanita yang bisa saja dilanggar namun tidak bisa dihapuskan.

Austin-Ranney

Ruang kebebasan individu yang dirumuskan di konstitusi dan dijamin pelaksanaannya oleh pemerintah.

Kevin Boyle dan David Beetham

Kebebasan fundamental yang memiliki pengertian setiap makhluk hidup mempunyai hak yang berasal dari berbagai kebutuhan serta kapasitasnya sebagai manusia.

Konsep HAM

Konsep tentang Hak Asasi Manusia berawal dari keyakinan manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang sifatnya sama serta sederajat. Dengan begitu manusia lahir dalam keadaan bebas dengan martabat dan hak yang sama hingga mesti diperlakukan adil dan beradab.

HAM sendiri bersifat universal dan umum hingga berlaku buat semua manusia tanpa membedakan suku, ras, bangsa, dan agama. Semua masyarakat di seluruh dunia mesti menjaga dan melindungi hak satu sama lain serta tidak menindas hak orang lain tanpa kecuali.

Pengakuan orang lain tidaklah berpengaruh pada hak seseorang, HAM tetap dimiliki semua orang walau tidak ada pengakuan dari orang lain. Selain itu seseorang bisa saja melanggar HAM orang lain, namun tidaklah mungkin bisa menghapusnya.

Ciri-Ciri HAM

Karena itulah ciri-ciri Hak Asasi Manusia antara lain adalah hakiki atau merupakan hak asasi atau dasar yang dimiliki setiap orang sejak lahir, universal atau bersifat umum tanpa membedakan suku, ras, etnis, agama, negara serta bangsa.

Ciri lainnya adalah tidak bisa dicabut atau dihapuskan oleh orang lain serta tidak bisa dibagi atau dengan kata lain setiap orang mempunyai kedudukan sama dan setara, entah itu di bidang politik, sosial budaya, ekonomi, dan lainnya.

5 Jenis Dasar HAM

Dengan begitu ada berbagai jenis Hak Asasi Manusia yang terbagi lima dasar yaitu:

HAM berdasarkan Piagam PBB atau Universal Declaration of Human Rights

UDHR yang disepakati negara-negara di dunia tanggal 10 Desember 1948 ini berisi 30 pasal. HAM menurut Piagam PBB ini terdiri dari:

  • Hak buat hidup
  • Hak buat mendapat perlindungan hukum
  • Hak buat kemerdekaan hidup
  • Hak buat mendapat pengajaran dan pendidikan
  • Hak buat mengeluarkan pendapat dan berpikir
  • Hak buat mendapat pekerjaan
  • Hak buat menganut agama atau aliran kepercayaan
  • Hak buat mendapat nama baik
  • Hak buat memiliki sesuatu

HAM berdasarkan Instrumen HAM Internasional

Dibedakan menjadi dua, yaitu The International Covenant on Economics, Social, and Cultural Rights atau ICESCR dan The International Covenant on Civil and Political Rights atau ICCPR.

HAM berdasarkan hak sipil dan politik

Terdiri dari hak buat hidup, hak berserikat, hak kebebasan berkumpul secara damai, hak buat berpikir, mempunyai konsiensi dan beragama, hak memiliki pendapat tanpa intimidasi, hak atas kesamaan di hadapan hukum, serta hak atas persamaan dan kebebasan.

HAM berdasarkan hak ekonomi, sosial, dan budaya

Terdiri dari hak atas kehidupan yang layak, pendidikan, pensiun, mendirikan serikat kerja serta atas pekerjaan.

HAM secara umum

Terdiri dari hak asasi pribadi atau personal rights, hak asasi ekonomi atau poverty rights, hak asasi politik atau political rights, hak asasi buat mendapat perlakuan sama depan hukum atau rights of legal equality, hak asasi sosial dan kebudayaan atau social and cultural rights, serta hak asasi buat mendapat perlakukan tata cara perlindungan dan peradilan atau procedural rights.

Dimana-mana kalau ada hak pasti disertai juga dengan kewajiban, sama halnya dengan HAM. kamu juga mesti mengenal kewajiban asasi manusia. Beberapa diantaranya antara lain adalah sebagai WNI maupun WNA yang berada di wilayah kedaulatan NKRI wajib patuh pada undang-undang hukum yang berlaku, entah itu secara tertulis atau tidak serta hukum internasional.

Kewajiban asasi manusia lainnya adalah sebagai warga negara kamu wajib membela negara, menghormati hak asasi orang lain, serta wajib tunduk pada batasan yang berlaku sesuai yang ditetapkan undang-undang maupun norma atau adat setempat.

Contoh kejadian Pelanggaran HAM Internasional

Walau begitu masih banyak terdengar kejadian-kejadian yang melanggar HAM terjadi di berbagai belahan dunia. Macam-macam pelanggaran HAM berat yang pernah terjadi antara lain adalah seperti tersebut di bawah.

Kejahatan Genosida

Kejahatan yang sistematis dengan maksud memusnahkan etnis, bangsa, suku, atau golongan tertentu. Kejahatan ini sangat serius dan mengerikan serta sangatlah berbahaya bagi kehidupan bernegara dan berbangsa. Misalnya yang dilakukan Hitler pada Perang Dunia II terhadap orang Yahudi.

Berbagai cara kejahatan genosida antara lain adalah dengan memindahkan anak-anak dari satu kelompok ke kelompok lain secara paksa guna menghentikan pertumbuhan kelahiran kelompok yang akan dimusnahkan. Cara lainnya adalah dengan membunuh seluruh anggota kelompok serta menciptakan kondisi yang bisa mengakibatkan musnahnya kelompok, entah itu fisik secara menyeluruh atau sebagian, seperti misalnya memblokade bantuan kemanusiaan, ataupun memutus saluran air.

Kejahatan Kemanusiaan

Kejahatan sistematis dan meluas yang dimaksudkan langsung ke masyarakat sipil, misalnya kekejaman polpot Presiden Kamboja pada tahun 1975 hingga 1979. Dampak mengerikan yang ditimbulkan adalah pemusnahan, pembunuhan, perbudakan, pemindahan secara paksa atau pengusiran, perampasan hak dan kemerdekaan, penyiksaan, serta kejahatan seksual dan apartheid atau diskriminatif.

Upaya Penegakan Terhadap Pelanggaran HAM

Karena itulah maka upaya untuk penegakan HAM perlu lebih ditingkatkan demi melindungi HAM semua orang. Upaya penegakan tersebut terbagi dua kelompok besar, yaitu:

Melalui pencegahan

Upaya menciptakan kondisi yang kondusif demi penegakan HAM, yang antara lain berupa:

  • Menetapkan undang-undang mengatur HAM yang bersifat mengikat semua warga negara dalam NKRI
    • Membentuk lembaga pemantau dan penegak HAM, entah itu dalam kancah nasional maupun internasional.
    • Menerapkan pendidikan HAM yang bersifat edukasi kepada semua rakyat yang diperuntukkan mulai dari anak kecil hingga dewasa, baik pendidikan formal, non-formal maupun iklan layanan masyarakat.
    • Melestarikan norma tata krama budaya timur yang melaksanakan filosofi kehidupan Jawa yaitu salah satunya saling menghormati satu sama lain.

Melalui penindakan

Upaya menindak dan menegakkan keadilan apabila terjadi pelanggaran HAM agar korban mendapat kembali hak yang sudah dilanggar dan pelaku dihukum setimpal perbuatannya, yang antara lain bisa berupa:

  • Menyediakan pendampingan hukum atau advokasi kepada korban pelanggaran HAM
  • Menerima pengaduan pelanggaran HAM oleh lembaga terkait seperti KOMNAS HAM atau lembaga hukum lain.
  • Melakukan penyelidikan atau investigasi terhadap kasus pelanggaran HAM, entah itu dilakukan pribadi maupun instansi.
  • Menyelesaikan kasus pelanggaran HAM dengan berbagai cara, seperti misalnya perdamaian, mediasi, atau penilaian ahli.
  • Khusus kasus pelanggaran HAM berat mesti diselesaikan lewat jalur hukum atau pengadilan.

Contoh Pelanggaran HAM Di Indonesia

Nah, di Indonesia sendiri tidaklah luput dari kasus pelanggaran HAM. berikut contoh-contoh kasus pelanggaran HAM di Indonesia.

Kasus Kerusuhan Timor-Timur

Dulu merupakan salah satu provinsi NKRI, Timor Leste memutuskan untuk memisahkan diri setelah Referendum 1999. Dampak berat setelah referendum tersebut adalah timbulnya gejolak sosial berat seperti pembakaran besar-besaran termasuk kota Dili serta kerusuhan massal.

Kasus Tanjung Priok

Terjadi bentrokan hebat di Tanjung Priok pada tanggal 12 September 1984 yang mengakibatkan 24 orang meninggal dan 54 luka-luka. Beberapa pelanggaran berat diduga terjadi saat itu, seperti misalnya penangkapan, penyiksaan, penghilangan orang secara paksa, hingga pembunuhan kilat.

Kasus Aktivis Munir

Aktivis HAM serta pendiri Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan atau Kontras meninggal akibat racun arsenik saat menuju Amsterdam. Mengingat Munir merupakan salah satu tokoh HAM Internasional maka organisasi HAM di Indonesia membawa kasus ini ke Komisi HAM PBB.

Kasus Aktivis Marsinah

Sebagai aktivis buruh dan karyawan PT. CPS, Marsinah meninggal di Dusun Jegong. Kematiannya diduga akibat keterlibatan Marsinah dalam demo buruh terhadap PT. CPS hingga tanggal 30 September 1993 dibentuk tim penyelidikan kasus kematiannya namun hasil persidangan memutuskan 10 pihak yang diduga terlibat tidak bersalah dan dinyatakan bebas.

Kasus Theys Hiyo E. Luay

Sebagai ketua Presidium Dewan Papua atau PDP, Theys meninggal tidak wajar di mobilnya pada tanggal 11 November 2011. Theys saat itu sehabis mengikuti persidangan dugaan makar dari NKRI dan mendirikan negara merdeka Papua.

Kasus-kasus di atas adalah beberapa contoh adanya tantangan dan hambatan penegakan HAM di Indonesia. Lalu apa penyebab munculnya tantangan serta hambatan tersebut? Terus baca artikel ini sampai akhir ya.

Pertama-tama mari bahas hambatan dalam penegakan HAM di Indonesia, yang terbagi menjadi:

Hambatan dari luar negeri

Masuknya ideologi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila, seperti misalnya ideologi liberalisme yang menolak campur tangan negara dalam urusan ekonomi, agama, dan lainnya hingga kalau dibiarkan bisa menyebabkan kesenjangan sosial dan pelanggaran HAM.

Lainnya adalah ideologi Islam keras yang berniat mendirikan negara khilafah di Indonesia, yang sudah pasti bertentangan dengan dasar NKRI, yaitu Pancasila dan UUD 1945. NKRI merupakan negara yang terdiri dari berbagai agama dan kelompok yang diakui sah. Ideologi dan pemikiran Islam keras ini kalau dibiarkan bisa mengakibatkan pergolakan seperti di Timur Tengah.

Hambatan dari dalam negeri

Salah satunya adalah keadaan geografis dan infrastruktur wilayah Indonesia yang didominasi laut hingga sulit memberikan sosialisasi HAM ke daerah-daerah terpencil.

Selain itu masih banyak rakyat Indonesia yang belum sadar pentingnya penegakan HAM, seperti misalnya para penegak hukum yang sering menyalahgunakan wewenang serta kekuasaannya.

Sementara tantangan penegakan HAM di Indonesia adalah sebagai berikut:

  • Adanya dendam dari masa lalu yang mengalami ketidakadilan hingga bisa menimbulkan gejolak dalam masyarakat.
  • Budaya Korupsi, Kolusi, Nepotisme atau KKN yang kian marak.
  • Para penegak hukum atau instansi terkait masih belum profesional dalam menegakkan HAM.
  • Kekuatan masyarakat atau civil society yang seharusnya mampu menekan pemerintah menegakkan HAM masih tergolong lemah.
  • Masyarakat lebih fokus mengawasi teroris dan korupsi di media massa dibandingkan penanganan berbagai kasus HAM yang ada.

Lalu apa saja instrumen HAM Internasional? Paling tidak ada 4 instrumen, yaitu Piagam PBB, The International Bill of Human Rights, Traktat bidang khusus HAM, serta hukum kebiasaan atau praktek umum yang diakui menjadi salah satu sumber hukum di Mahkamah Internasional buat penyelesaian sengketa internasional

Nah, demikianlah berbagai informasi penting mengenai Hak Asasi Manusia atau HAM yang sangatlah penting mendapat perhatian kamu. Intinya adalah hargai dan hormati hak asasi semua orang dan usahakan sebisa mungkin jangan sampai melanggarnya.

Penikmat senja yang hanya ingin berbagi ilmu pengetahuan

Leave a Comment