Pengertian Etika, Jenis, Manfaat Serta Contoh Etika!

  • Whatsapp
PENGERTIAN ETIKA
PENGERTIAN ETIKA

Pengertian Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno, ethikos yang mempunyai pengertian timbul dari kebiasaan. Etika sudah ada sejak tatanan moral di Yunani mulai runtuh akibat ketidakpercayaan akan pandangan apa yang baik dan buruk. Karena itulah para filsuf mempertanyakan norma dasar berperilaku manusia kembali.

Awal penemuan etika adalah saat-saat dimana ditemukan tradisi di kalangan murid Pythagoras yang berjalan hingga ratusan tahun. Demokritos seratus tahun kemudian mengajarkan bahwa segala sesuatu yang enak memiliki nilai tertinggi dalam hidup. Sejak saat itulah pengertian hedonistik muncul.

Setelah itu Socrates muncul dan mengajarkan bahwa penting buat menyadari yang sebenarnya baik dan bermanfaat agar bisa memperoleh kebijaksanaan sejati. Akan tetapi buku pertama kali yang membahas mengenai etika adalah hasil karya Aristoteles.

Dilanjutkan dengan etika Epikuros dengan ciri khas ajarannya hidup dalam kesembunyian demi mencari kebahagiaan pribadi dan bersifat privastik.

Pengertian Etika

Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno, ethikos yang mempunyai pengertian timbul dari kebiasaan. Akan tetapi etika sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah ilmu mengenai apa yang baik dan buruk serta tentang hak dan kewajiban moral atau akhlak.

Konsep yang diterapkan dalam etika antara lain adalah benar, salah, baik, buruk, serta tanggung jawab.

Pengertian Etika Menurut Para Ahli

Lalu bagaimana pendapat para ahli mengenai pengertian etika? Berikut beberapa definisinya.

Aristoteles

Aristoteles membagi pengertian etika menjadi dua, yaitu Terminus Technicus dan Manner and Custom.

Dimana Terminus Technicus itu mengacu kepada etika sebagai ilmu yang mempelajari problema tindakan manusia, dan Manner and Custom mengacu kepada pembahasan etika terkait tata cara serta adat kebiasaan yang melekat di diri manusia, yaitu baik buruknya perilaku, perbuatan maupun tingkah manusia.

Baca Juga : Ilmu Ekonomi: Pengertian, Sejarah, Metodologi Hingga Aspek Di Dalamnya

K. Bertens

Etika dipakai sebagai sistem nilai serta norma moral yang dijadikan acuan individual maupun kelompok dalam mengatur semua tingkah lakunya.

Etika juga dipakai sebagai kumpulan nilai moral serta asas atau dikenal juga dengan kode etik.

Selain itu juga dipakai sebagai filsafat moral yang mengajarkan apa yang baik dan buruk.

Fagothey

Menurutnya etika adalah ilmu mengenai kehendak manusia terkait dengan apa yang benar dan salah dalam bertindak.

Kattsoff

Ahli satu ini mengaitkan etika dengan prinsip dasar pembenaran dalam hubungan tingkah laku manusia.

Dr. James J. Spillane

Menurutnya etika mengacu pada pertimbangan atau perhatian tingkah laku manusia tertentu saat mengambil keputusan terkait moral.

Jadi lebih ke penggunaan akal budi secara obyektif agar bisa ditentukan tingkah laku manusia pada manusia lainnya tersebut benar atau salah.

Franz Magnis Suseno

Etika mengacu pada ilmu yang membantu manusia memperoleh acuan, arahan, serta pijakan dalam bertingkah laku atau bertindak.

Baca Juga : Perjanjian Internasional: Pengertian dan Berbagai Istilahnya

Prof. Robert Salemon

Etika adalah karakter individu atau juga hukum sosial yang mengendalikan, mengatur, serta membahas perilaku manusia.

Drs. H. Burhanudin Salam

Etika merupakan cabang ilmu filsafat yang mengajarkan nilai serta norma moral demi menentukan perilaku manusia dalam kehidupannya.

Drs. O. P. Simorangkir

Definisi etika adalah pandangan manusia dalam bertindak serta berperilaku menurut ukuran baik dan buruk.

W. J. S. Poerwadarminta

Etika menurutnya adalah ilmu pengetahuan mengenai asas-asas moral atau akhlak.

Drs. Sidi Gajalba

Etika merupakan teori tingkah laku dan perbuatan manusia yang dipandang segi buruk maupun baiknya, selama masih bisa ditentukan akal.

Sumaryono

Definisi etika menurutnya adalah studi kebenaran serta ketidakbenaran yang berdasar pada kodrat manusia. Etika terwujud lewat kehendak manusia saat bertindak.

Ramali dan Pamuncak

Etika dianggap sebagai pengetahuan perilaku yang benar dalam satu profesi tertentu.

Suseno

Etika sebagai ilmu mengenai mengapa dan bagaimana kita mesti mengikuti ajaran moral tertentu. Atau bagaimana kita menyikapi pelbagai ajaran moral dengan sikap bertanggung jawab.

Maryani dan Ludigdo

Menurut mereka, etika merupakan seperangkat norma, dasar atau pedoman yang mengatur tingkah laku manusia, entah itu yang perlu ditinggalkan maupun yang perlu dikerjakan sekelompok masyarakat.

H. A. Mustafa

Menurutnya etika sebagai ilmu yang menyelidiki perilaku mana yang baik dan buruk dan juga ilmu yang memperhatikan amal perbuatan manusia sejauh apa yang diketahui akal pikiran.

Ahmad Amin

Etika merupakan pengetahuan yang menjelaskan pengertian baik dan buruk serta yang seharusnya dilakukan manusia. Selain itu juga menyatakan tujuan yang mesti manusia gapai dalam perbuatan dan sebagai arah petunjuk agar melakukan yang semestinya dilakukan manusia.

Baca Juga : Kedudukan Pancasila Dalam Negara: Sebagai Dasar Negara dan Ideologi Bangsa!

Soergarda Poerbakawatja

Etika merupakan filsafat terkait arahan, acuan, pijakan, serta nilai tentang baik dan buruk suatu tindakan dan kesusilaan.

Hamzah Yakub

Ahli ini menganggap etika sebagai ilmu yang menyelidiki perbuatan mana yang baik dan buruk serta juga memperlihatkan amal perbuatan manusia sejauh yang bisa diketahui akal pikiran.

Martin

Arti etika menurutnya adalah disiplin ilmu yang bertindak sebagai dasar, pedoman serta acuan demi mengontrol perilaku maupun tingkah laku manusia.

Asmaran

Ahli terakhir ini menganggap etika sebagai ilmu yang mempelajari perilaku manusia, bukan cuma buat menentukan kebenaran, namun juga menyelidiki manfaat semua perilaku manusia.

Kamu sudah tahu belum apa saja jenis-jenis etika? Etika terdiri dari tujuh jenis, yaitu:

Etika Filosofis

Bersumber dari aktivitas berpikir manusia, karena itulah etika merupakan bagian dari filsafat.

Jenis etika ini dibagi dua sifat lagi, yaitu empiris yang berkaitan dengan hal nyata atau konkret, seperti bidang filsafat hukum dan non empiris yang berusaha melampaui hal nyata.

Etika Teologis

Sangat terkait erat dengan agama serta ajarannya.

Etika jenis ini tidak dibatasi satu agama tertentu, karena itu setiap agama memiliki etika teologis masing-masing.

Selain itu jenis etika ini juga merupakan bagian etika umum dengan unsur tidak terbatas.

Etika Normatif

Manusia diajarkan buat menetapkan sikap atau pola perilaku ideal yang mesti dimiliki tiap manusia, seperti aturan atau norma tidak tertulis namun diakui sebagai hukum.

Sangatlah penting buat mengatur hubungan antar manusia dalam hidup bermasyarakat.

Etika Sosiologis

Terkait erat dengan kesejahteraan serta keselamatan hidup, seperti bagaimana manusia semestinya menjalani hidup bermasyarakat.

Etika Deontologis

Menetapkan kewajiban yang mesti dilakukan manusia agar bisa hidup lebih baik.

Didasari tindakan baik dinilai baik kalau berefek baik buat diri sendiri, tidak dinilai berdasar tujuan maupun akibatnya.

Etika Teleologis

Berlawanan dengan etika deontologis, etika ini menganggap akibat maupun tujuan atau efek merupakan ukuran dalam menentukan baik buruknya tindakan.

Jadi kalau tujuan suatu tindakan itu baik, barulah tindakan itu dinilai baik.

Etika Deskriptif

Mengajarkan sudut pandang rasional atau kritis dalam melihat perilaku manusia serta apa yang dikejar dalam hidup manusia agar lebih bernilai.

Berupa paparan, hingga disebut etika deskriptif.

Baca Juga : Tujuan Pendidikan Nasional Demi Pembentukan Karakter Yang Berdasar Pada Pancasila!

Manfaat dan Fungsi Etika

Lalu kalau sudah tahu mengenai etika, apa saja manfaat dan fungsinya bagi manusia?

Banyak lho, diantaranya etika bermanfaat membuat kita lebih bertanggung jawab, kredibilitas perusahaan maupun organisasi lebih meningkat, menjaga keteraturan serta ketertiban dalam perusahaan maupun organisasi, meningkatkan kesejahteraan anggota, melindungi hak anggota dan dipakai buat rujukan penyelesaian masalah internal atau eksternal.

Selain itu bisa juga dijadikan sebagai pedoman dan kontrol sosial, dapat mencegah serta mengatasi campur tangan pihak luar, membantu kamu lebih mawas diri saat berperilaku, menghindari konflik agar tercipta saling menghargai dan memiliki satu sama lain.

Sementara berbagai fungsi dari etika antara lain bisa memperlihatkan keterampilan intelektual seperti kemampuan berargumentasi dengan rasional dan kritis, dipakai buat mengambil keputusan, mendukung pendirian, membedakan mana yang bisa diubah dan tidak, menjadi tempat mendapatkan orientasi kritis terkait moralitas.

Dan juga berfungsi buat menyelidiki permasalahan hingga ke akarnya, dan memakai nalar sebagai pijakan, jadi bukan berdasar perasaan saja.

Contoh Etika Baik Dan Buruk Di Masyarakat

Apa saja contoh-contoh perilaku yang termasuk etika baik dan buruk dalam bermasyarakat? Sejak kecil kamu tentu sudah diajarkan etika baik bukan oleh keluarga?

Dimulai dari hal-hal kecil, seperti mengucap salam saat bertemu orang lain, membuang sampah di tempatnya, minta maaf saat lakukan kesalahan, makan memakai tangan kanan, tidak parkir di jalan sempit atau sembarangan, tidak menyinggung ras, suku maupun agama lain.

Contoh lainnya adalah menolong orang yang mengalami kesusahan, tidak menyebarkan fitnah atau berita bohong, mengucap tolong saat membutuhkan bantuan orang lain serta terima kasih saat menerima bantuan atau diberikan sesuatu dan permisi saat masuk pekarangan tetangga atau lingkungan sekitar, tidak merokok sembarangan, memakai pakaian sopan, tidak ugal-ugalan menyetir.

Banyak kan contoh perilaku etika baik? Lalu apa saja yang termasuk etika buruk?

Kebalikan dari semua etika baik di atas, atau misalnya tidur di kelas kalau kamu pelajar maupun mahasiswa, parkir motor di trotoar, melawan arah saat mengendarai kendaraan, dan masih banyak contoh-contoh lainnya yang tidak mungkin disebutkan satu per satu.

Bagaimanapun juga, ada baiknya kamu mulai memperhatikan perilaku kamu agar selalu mengikuti etika yang baik dan bukan sebaliknya ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment