Lambang Pancasila: Makna Yang Terkandung Di Dalamnya

  • Whatsapp
Lambang Pancasila dan Makna Yang Terkandung Di Dalamnya
Lambang Pancasila dan Makna Yang Terkandung Di Dalamnya

Lambang Pancasila: Makna Yang Terkandung Di Dalamnya Serta Cara Mengamalkannya Dalam Hidup Keseharian!

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tentunya memegang peranan sangat penting bukan? Namun kamu masih ingat tidak makna yang terkandung dibalik lambang Pancasila?

Sekilas Tentang Asal Usul Lambang Pancasila

Pancasila sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yang memiliki pengertian panca artinya lima serta sila artinya dasar. Dengan begitu arti Pancasila adalah lima dasar kehidupan berbangsa serta bernegara yang mesti diamalkan setiap rakyat Indonesia.

Lambang negara ini dipakai pertama kalinya di Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat atau RIS pada tanggal 11 Februari 1950 yang dirancang Sultan Hamid II yang berasal dari Pontianak, kemudian disempurnakan Presiden Soekarno. Selanjutnya diperkenalkan pertama kali di Hotel Des Indes pada tanggal 15 Februari 1950.

Burung Garuda merupakan kendaraan Dewa Wisnu, salah satu dewa di agama Hindu. Burung ini pada masa tersebut dikenal penyayang dan selalu berusaha melindungi ibunya, bahkan bertarung dengan naga yang menangkap ibunya.

Garuda mesti memberi Amertha Sari atau air yang bisa memberikan kehidupan abadi sebagai syarat untuk membebaskan ibunya. Maka Garuda kemudian berkelana hingga bertemu Dewa Wisnu yang memberikan Amertha Sari namun Garuda mesti menjadi tunggangannya.

Ketangguhan Burung Garuda inilah yang menginspirasi Presiden Soekarno buat menjadikan Burung Garuda menjadi lambang negara. Dengan tujuan biar rakyat Indonesia punya semangat serta ketangguhan yang kuat demi membebaskan Indonesia dari para penjajah.

Pada tahun 1956 seniman Indonesia, Sudharnoto, pun menciptakan lagu Garuda Pancasila yang kemudian dijadikan lagu wajib perjuangan Indonesia.

Baca juga : Kedudukan Pancasila Dalam Negara: Sebagai Dasar Negara dan Ideologi Bangsa!

Makna Lambang Pancasila Dan Artinya

Warna keemasan yang ada di Pancasila melambangkan kejayaan dan keagungan. Sementara sayap, paruh, cakar dan ekor yang dimiliki Garuda melambangkan tenaga pembangunan dan kekuatan.

Di bagian sayap yang masing-masing terdiri dari 17 helai bulu dan 8 helai di ekor serta 19 helai di bawah perisai atau pangkal ekor dan 45 helai di leher melambangkan tanggal Indonesia merdeka atau hari proklamasi kemerdekaan Indonesia, yaitu 17 Agustus 1945.

Dan yang terpenting adalah kelima simbol yang ada di perisai lambang negara Indonesia tersebut. Soalnya masing-masing simbol tersebut memiliki makna mendalam sendiri yang menjadi dasar negara.

Lambang Bintang pada Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa

Lambang bintang bersudut lima ini mengandung makna bahwa Pancasila merupakan cahaya yang berasal dari Tuhan yang menerangi jalan kehidupan rakyat Indonesia.

Lambang negara tersebut juga mengandung arti cahaya yang menerangi lima Dasar (Pembukaan UUD 1945 alinea 4), lima Sifat Negara (Pembukaan UUD 1945 alinea 2) dan lima tujuan negara (Pembukaan UUD 1945 alinea 4). Sementara latar belakang hitam di belakangnya menandakan warna alam dan mengandung arti bahwa rahmat yang berasal dari Tuhan merupakan sumber dari segalanya.

Lambang Rantai pada Sila Kedua Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab

Mata rantai pada lambang rantai ini berbentuk persegi empat dan lingkaran yang berkaitan membentuk lingkaran. Dimana bentuk persegi empat melambangkan perumpamaan pria, dan bentuk lingkaran melambangkan perumpamaan perempuan.

Sehingga bisa dikatakan bahwa lambang rantai yang berkaitan melambangkan bahwa setiap manusia, entah itu pria maupun perempuan sama-sama saling membutuhkan agar bisa kuat seperti layaknya sebuah rantai.

Baca juga : Hak Dan Kewajiban Warga Negara Di Dalam UUD 1945

Lambang Pohon Beringin pada Sila Ketiga Persatuan Indonesia

Pohon beringin merupakan pohon besar yang biasa dipakai buat berteduh oleh kebanyakan manusia, entah saat cuaca hujan maupun terik panas.

Jadi pohon dengan sulur dan akar melebar yang menjalar ke semua arah ini mewakili keragaman suku yang tersebar di seluruh nusantara.

Lambang Kepala Banteng pada Sila Keempat Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Indonesia

Banteng merupakan hewan sosial yang senang berkumpul mewakili musyawarah dalam masyarakat yang senang berkumpul, seperti saat melakukan acara adat, dan lainnya.

Kepala banteng di sila keempat itu sendiri mengandung makna prinsip demokrasi yang dipimpin oleh kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

Lambang Padi dan Kapas pada Sila Kelima Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Padi dan kapas mewakili kebutuhan dasar rakyat Indonesia, yakni sandang dan pangan, yang merupakan syarat utama demi mencapai kemakmuran tanpa melihat status dan kedudukan. Hingga tidak terjadi kesenjangan sosial ekonomi dalam berbangsa dan bernegara sesuai dengan tujuan utama sila terakhir ini.

Bhineka Tunggal Ika

Selain itu Pancasila sebagai dasar negara Indonesia juga dilambangkan dengan gulungan bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika yang dicengkeram erat oleh Burung Garuda. Tulisan tersebut merupakan semboyan negara yang mengandung makna kesatuan dalam keberagaman, yakni meski berbeda-beda namun tetap satu jua.

4 pilar dari Pancasila kuat & kokoh jadi memampukan bangsa untuk menangkal juga mengatasi berbagai gangguan dan ancaman, entah dari dalam maupun luar negeri. Dengan begitu maka dengan keyakinan teguh, Indonesia mampu menjamin terwujudnya ketertiban, keadilan, keamanan, serta kenyamanan bagi semua warga negara tanpa terkecuali.

Empat Pilar Pancasila

Keempat pilar Pancasila itu adalah:

  1. Berlandaskan Pancasila dimana sebagai landasan dan pilar pertama yang menopang kekokohan bangsa Indonesia.
  2. Berlandaskan Undang-undang Dasar 1945, dimana pembukaan UUD 1945 ini menjadi pilar kedua yang menyangga hidup bernegara dan berbangsa.
  3. Berlandaskan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang dibangun berdasar pertimbangan para pendiri bangsa serta pejuang bangsa.
  4. Berlandaskan Bhinneka Tunggal Ika, yang merupakan semboyan mengandung arti walau berbeda namun tetap satu juga.

Keempat pilar Pancasila ini ditetapkan oleh anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat atau MPR di tahun 2009. Setelah penetapan, digelar berbagai rapat yang bertujuan membuat program sosialisasi UUD 1945 dan Pancasila.

Walau banyak kritik dan perdebatan keras di awalnya, namun MPR konsisten memperjuangkannya hingga hasilnya adalah tiap tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari terbentuknya Pancasila dan 18 Agustus diperingati sebagai hari konstitusi.

Baca juga : Pengertian HAM: Berbagai Hak Paling Dasar Manusia Yang Tidak Boleh Dilanggar!

Pengamalan Pancsila Dalam Kehidupan Sehari-hari

Lalu bagaimana kamu bisa mengamalkan Pancasila dalam hidup keseharian? Mau tahu caranya? Baca saja paparan di bawah.

Cara mengamalkan sila pertama Pancasila

  1. Percaya dan takwa pada Tuhan YME.
  2. Saling menghormati dan bekerjasama dengan pemeluk agama dan penganut kepercayaan lain agar kerukunan hidup terbina.
  3. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan.
  4. Tidak memaksakan agama dan kepercayaan tertentu kepada orang lain.
  5. Hidup rukun serta saling tenggang rasa pada umat agama lain.

Cara mengamalkan sila kedua Pancasila

  1. Mengakui persamaan hak, derajat, serta kewajiban antar sesama manusia.
  2. Saling mencintai.
  3. Saling mengembangkan sikap tenggang rasa.
  4. Tidak bersikap semena-mena pada orang lain.
  5. Saling menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
  6. Suka melakukan kegiatan sosial dan kemanusiaan.
  7. Berani bela keadilan dan kebenaran.
  8. Menganggap diri sebagai bagian dari seluruh umat manusia dan mengembangkan sikap saling menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
  9. Suka menolong.
  10. Tidak membeda-bedakan orang lain, baik itu berdasar suku, ras, agama, status, maupun faktor lainnya.
  11. Berbicara sopan kepada orang lain, terutama yang lebih tua.

Cara mengamalkan sila ketiga Pancasila

  1. Mengutamakan persatuan, kesatuan, kepentingan serta keselamatan bangsa dan negara di atas pribadi maupun kelompok tertentu.
  2. Rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara.
  3. Mencintai tanah air dan bangsa.
  4. Bangga menyebut diri sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia.
  5. Memajukan pergaulan demi kesatuan dan persatuan bangsa yang memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
  6. Membeli produk-produk lokal asli buatan anak bangsa.
  7. Menjaga ketertiban umum dan keamanan bangsa.
  8. Mematuhi undang-undang dan peraturan yang berlaku di Indonesia.

Cara mengamalkan sila keempat Pancasila

  1. Mengedepankan kepentingan bangsa, negara, dan masyarakat.
  2. Tidak memaksakan kehendak ke orang lain.
  3. Mengedepankan musyawarah saat mengambil keputusan demi kepentingan bersama.
  4. Mementingkan musyawarah demi mencapai mufakat yang juga diliputi semangat kekeluargaan.
  5. Menerima serta melaksanakan hasil musyawarah dengan itikad baik dan juga tanggung jawab secara moral kepada Tuhan YME.
  6. Melakukan musyawarah berdasarkan akal sehat serta sesuai hati nurani yang luhur.
  7. Menjunjung tinggi martabat dan harkat manusia serta nilai keadilan dan kebenaran

Cara mengamalkan sila kelima Pancasila

  1. Mengembangkan perbuatan yang mencerminkan suasana gotong royong dan kekeluargaan.
  2. Mampu bersikap adil.
  3. Mampu menjaga keseimbangan antara kewajiban dan hak.
  4. Mampu menghormati hak orang lain.
  5. Gemar menolong orang lain.
  6. Menghindari sikap memeras orang lain.
  7. Tidak boros dan rajin menabung, serta tidak bergaya hidup mewah.
  8. Menghindari perbuatan yang merugikan kepentingan bersama.
  9. Gemar kerja keras.
  10. Mampu menghargai hasil karya orang lain.
  11. Bersama-sama rakyat Indonesia lainnya berusaha mewujudkan kemajuan yang berkeadilan sosial dan merata.
  12. Suka persamaan di depan hukum.

Baca juga : Batas Wilayah Indonesia: Darat, Perairan, Serta Udara

Nah, sudah tahu kan makna yang terkandung di lambang Pancasila serta bagaimana cara mengamalkannya dalam hidup keseharian kamu? Jadi segera lakukan ya dalam hidup kamu, jangan ragu lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *