Korupsi

Korupsi merupakan salah satu tantangan yang sulit diberantas berbagai negara tidak terkecuali di Indonesia. Semaju apapun negaranya, sepertinya masalah satu ini pasti ada.

Tindakan ini pun bukan cuma di politik, ekonomi, serta pemerintahan, namun bisa saja terjadi di lingkungan kecil, seperti perusahaan, koperasi, bahkan sekolah. Entah itu dalam skala kecil maupun besar hingga triliunan rupiah.

Pengertian Korupsi

Tapi apa sih sebenarnya pengertian korupsi itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, korupsi mempunyai pengertian sebagai penyalahgunaan atau penyelewengan uang negara atau perusahaan atau lainnya demi kepentingan pribadi atau orang lain.

Pengertian Korupsi Menurut Para Ahli

Sementara beberapa ahli juga memiliki pendapat mereka masing-masing mengenai arti korupsi, mau tahu apa saja? Baca saja ulasan di bawah ini.

Henry Campbell Black

Perbuatan dengan maksud mengambil keuntungan yang bertentangan dengan hak orang lain serta tugas.

Juniadi Suwartojo

Perilaku atau tindakan seseorang atau lebih yang melanggar norma karena memakai dan/atau menyalahgunakan kekuasaan atau kesempatan melalui proses penetapan pungutan penerimaan atau pemberian fasilitas atau jasa lainnya, proses pengadaan, yang dilakukan pada kegiatan penerimaan dan/atau pengeluaran kekayaan, penyimpanan kekayaan serta dalam perizinan dan/atau jasa lain untuk kepentingan pribadi atau kelompok hingga dengan langsung maupun tidak bisa merugikan negara.

Prof R. Subekti, SH

Tindakan perdana dengan tujuan memperkaya diri yang secara langsung merugikan perekonomian negara.

Prof R. Subekti, SH dan Tjitro Sudibyo

Perbuatan curang yang masuk dalam tindakan pidana yang merugikan keuangan negara dan perusahaan.

Haryatmoko

Upaya campur tangan berdasar kemampuan dari posisi untuk menyalahgunakan keputusan, informasi, kekayaan atau uang demi memuaskan kepentingan diri sendiri.

Nurdjana

Berasal dari bahasa Yunani, corruptio, yang memiliki arti perbuatan buruk atau curang, tidak bermoral, dapat disuap, menyimpang dari kesucian, serta melanggar norma agama, mental dan hukum.

Syeh Hussein Alatas

Subordinasi kepentingan masyarakat banyak jauh di bawah kepentingan diri sendiri, di dalamnya mencakup pelanggaran tugas, norma, serta kesejahteraan umum, dengan melakukan penghianatan, kerahasiaan, penipuan, serta kemasabodohan hingga mengakibatkan rakyat menderita.

Mubyarto

Lebih merupakan masalah politik dibanding masalah ekonomi, yang menyentuh legitimasi pemerintah di generasi muda, para pegawai, serta kaum elit terdidik dan bisa mengakibatkan dukungan ke pemerintah tingkat provinsi dan kabupaten berkurang.

Brooks

Tindakan melalaikan tugas atau kewajiban dan melakukan kesalahan dengan sengaja, atau tanpa keuntungan yang sedikit banyak bersifat pribadi.

Kartono

Perilaku individu yang menyalahgunakan jabatan serta wewenang demi mengeruk keuntungan pribadi hingga merugikan kepentingan negara dan umum.

Gunnar Myrdal

Masalah dalam pemerintah yang diakibatkan karena kebiasaan melakukan penyuapan serta ketidakjujuran.

Nathaniel H. Left

Cara di luar hukum yang digunakan seseorang maupun kelompok demi mempengaruhi tindakan birokrasi.

Robert Klitgaard

Perilaku menyimpang dari tugas resmi jabatan dalam negara, demi memperoleh keuntungan uang atau status yang menyangkut diri sendiri, keluarga dekat, kelompok.

Philip

Perilaku dan tindakan pejabat publik yang menyimpang dari tugas publik resmi demi keuntungan pribadi, atau orang tertentu yang terkait erat dengan pelaku korupsi seperti keluarga, kerabat, maupun teman.

Jeremy Pope

Penyalahgunaan kepercayaan dan kekuasaan demi kepentingan pribadi, atau bisa dibilang sebagai tindakan tidak patuh terhadap prinsip mempertahankan jarak.

S. Hornby

Tindakan penawaran atau pemberian dan penerimaan hadiah berupa suap.

Nye J. S.

Perilaku menyimpang dari etika moral yang menyangkut tindakan manusia dalam posisi otoritas publik disebabkan motif pertimbangan pribadi, seperti misalnya kekuasaan, kekayaan, dan status.

Jose Veloso Abueva

Tindakan memakai kekayaan negara, seperti uang, barang milik negara atau kesempatan, dengan tujuan memperkaya diri.

Huntington

Perilaku pejabat publik yang menyimpang dari norma masyarakat dengan tujuan memenuhi kepentingan sendiri.

Mohtar Mas’oed

Perilaku menyimpang dari kewajiban resmi jabatan publik didasarkan kehendak mendapatkan keuntungan ekonomis atau status diri sendiri atau keluarga dekat.

Alfiler

Perilaku menyimpang norma yang sengaja dirancang dan dilakukan demi mendapat imbalan material atau penghargaan lain.

Jacob Van Klaveren

Tindakan abdi negara atau pegawai negeri yang berjiwa korup dan menganggap instansinya sebagai perusahaan dagang hingga berusaha mendapatkan pendapatan semaksimal mungkin.

Pengertian Korupsi Menurut Undang-undang

Selain itu ada juga beberapa undang-undang yang membahas mengenai pengertian korupsi, seperti misalnya:

UU No. 20 Tahun 2001

Tindakan melawan hukum dengan tujuan memperkaya diri, orang lain hingga merugikan perekonomian negara.

UU No. 31 Tahun 1999

Tindakan dengan sengaja melawan hukum demi memperkaya dan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi dengan menyalahgunakan kewenangan maupun sarana atau kesempatan yang ada karena jabatan atau kedudukan hingga merugikan perekonomian negara.

UU No. 24 Tahun 1960

Perbuatan seseorang dengan melakukan kejahatan atau menyalahgunakan jabatan serta kedudukan.

Penyebab dan Dampak Korupsi

Tapi apa sih penyebab korupsi itu muncul? Apa alasan yang membuat seseorang sampai melakukan korupsi?

Ada beberapa teori yang membahas penyebab korupsi, antara lain Teori Willingness and Opportunity yang mengatakan bahwa korupsi terjadi akibat kelemahan sistem atau kurangnya pengawasan yang didukung dengan keinginan karena kebutuhan atau keserakahan.

Sementara teori GONE yang dikemukakan Jack Bologne mengatakan korupsi disebabkan karena keserakahan, kesempatan, kebutuhan, serta pengungkapan. Teori lainnya adalah Triangle Fraud yang diungkap oleh Donald R. Cressey. Donald mengatakan bahwa alasan orang korupsi adalah karena adanya tekanan, kesempatan, serta rasionalisasi.

Teori CDMA dari Robert Klitgaard mengatakan korupsi muncul akibat faktor kekuasaan dan monopoli tanpa dibarengi akuntabilitas. Sedangkan teori Cost Benefit Model menyatakan penyebab korupsi adalah karena manfaat yang didapat atau dirasakan dari korupsi lebih besar dari resiko atau biayanya.

Dampak yang dirasakan dari perilaku korupsi yang paling nyata adalah terhambatnya pertumbuhan ekonomi hingga mempengaruhi bisnis, investasi, serta lapangan kerja. Selain itu bisa juga mengurangi pendapatan pajak dan juga kepercayaan publik terhadap hukum dan supremasinya bakal menurun.

Dampak lainnya adalah kualitas hidup masyarakat dan negara juga terpengaruh, seperti misalnya akses ke fasilitas perawatan kesehatan dan pembangunan infrastruktur.

Cara Mengatasi Korupsi

Lalu bagaimana cara mengatasi korupsi? Paling tidak ada tiga kategori strategi, yakni dari segi pencegahan, pendidikan, serta penindakan.

Pencegahan

  • Menanamkan rasa tanggung jawab terutama kejujuran kepada masyarakat, entah di lingkungan keluarga maupun sekitar.
  • Mendekatkan diri ke sisi religius buat mencegah munculnya keinginan melakukan korupsi.
  • Menggalakkan anti korupsi dengan mengadakan festival melawan korupsi, seperti sayembara menulis, mengadakan ekspo atau lainnya.
  • Menetapkan peraturan pro anti korupsi, seperti peraturan kepala desa hingga undang-undang.
  • Memperbaiki proses rekrutmen pegawai pemerintah, baik itu ASN maupun PNS, pemilihan anggota legislatif, bupati atau walikota, gubernur, bahkan presiden dan wakilnya.
  • Menggalakkan kebijakan melaporkan harta kekayaan pejabat.
  • Memanfaatkan sumber daya teknologi dan informasi yang didukung internet 5G dengan lebih optimal. Seperti dalam melakukan pengawasan dalam transaksi rawan korupsi, misalnya pengadaan barang dan jasa, prosedur pengurusan perizinan, lelang proyek, dan lainnya.
  • Menguatkan pengawasan internal di dalam instansi terkait.

Pendidikan

  • Menerapkan kurikulum berbasis anti korupsi agar bisa menanamkan cara pandang benar mengenai perilaku korupsi.
  • Menanamkan pendidikan moral sejak dini agar memiliki rasa empati dan tidak merugikan orang lain..
  • Melakukan sosialisasi bahaya korupsi, baik itu di tingkat desa atau kelurahan hingga pemerintahan.

Penindakan

  • Memberi hukuman penjara berat terhadap para koruptor, hingga penjara di atas 20 tahun. Dengan begitu diharapkan para koruptor takut bahkan jera melakukan korupsi dan juga menjadi contoh bagi para calon pelaku koruptor.
  • Menetapkan ganti rugi yang besar yang mesti dibayar para koruptor sesuai perbuatannya. Selain itu mereka juga diwajibkan mengembalikan uang hasil korupsi itu pada negara atau pihak yang dirugikan. Atau menyita aset hasil korupsi atau milik pribadi demi mengembalikan kerugian yang diderita pihak lain.
  • Melakukan pemecatan terhadap para pelaku koruptor yang sudah terbukti melakukan korupsi di mata hukum.
  • Mengadakan proses pengadilan yang jujur, terbuka, serta menjunjung tinggi hukum.
  • Menyiapkan para hakim serta pejabat pengadilan lainnya agar lebih jujur dan adil dalam melaksanakan tugas mereka.
  • Tindakan terberat adalah pelaksanaan hukuman mati bagi para koruptor. Hukuman terendah dalam kategori ini adalah penjara seumur hidup dimana tidak ada kesempatan bebas dari penjara selama koruptor masih hidup.

Kesimpulan

Itulah berbagai hal yang penting buat diketahui mengenai tindakan korupsi. Jadi ingat ya, jangan pernah melakukan korupsi, selain merugikan negara atau pihak lain, kamu juga bakal merasa terbeban dengan perasaan bersalah karena mendapatkan keuntungan pribadi dengan mengorbankan orang lain.

Penikmat senja yang hanya ingin berbagi ilmu pengetahuan

Leave a Comment