Kedudukan Pancasila Dalam Negara: Sebagai Dasar Negara dan Ideologi Bangsa!

  • Whatsapp
Kedudukan Pancasila Dalam Negara
Kedudukan Pancasila Dalam Negara

Kedudukan Pancasila di dalam negara, kita sebagai warga negara Indonesia penting rasanya buat mengetahui kedudukan Pancasila dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.

Saking pentingnya, kamu tentu sudah diajarkan sejak masih duduk di bangku sekolah bukan? Namun kamu masih ingat sampai sekarang tidak/

Arti Penting Pancasila Sebagai Ideologi Indonesia

Setidaknya ada 8 fungsi dan kedudukan Pancasila yang perlu kamu ketahui, yaitu:

Sebagai Dasar Negara

Karena kedudukannya ini, Pancasila menjadi pedoman atau dasar pijakan penyelenggaraan negara mencakup kehidupan bernegara dan berbangsa. Selain itu juga berfungsi sebagai sumber kaidah hukum yang mengatur seluruh unsur berbangsa dan bernegara, termasuk di dalamnya rakyat, pemerintah, serta wilayah.

Kedudukan satu ini bakal dibahas lebih lanjut di bawah nanti.

Sebagai Pandangan Hidup

Pancasila sebagai pandangan hidup, maka digunakan sebagai pedoman yang mengatur hubungan manusia dengan manusia lain, lingkungan, serta Tuhan. Pandangan hidup ini terlahir dari pembentukan watak, perilaku, etika, sikap, serta tata nilai norma Pancasila.

Sebagai Jiwa Bangsa Indonesia

Sejak lahirnya bangsa Indonesia, Pancasila sudah menjadi jiwa bangsa ini atau jiwa seluruh rakyat Indonesia. Tiap-tiap bangsa memiliki jiwa masing-masing sesuai dengan kedaulatan bangsa tersebut.

Sumber Segala Sumber Tertib Hukum

Semua peraturan hukum maupun perundang-undangan yang ditetapkan di Indonesia haruslah bersumber serta tidak bertentangan dengan seluruh nilai yang ada di Pancasila. Jadi pemerintah tidaklah boleh menetapkan peraturan seenaknya tanpa mempertimbangkan nilai yang dianut Pancasila.

Sebagai Kepribadian Bangsa Indonesia

Pancasila menjadi ciri khas bangsa dalam bersikap maupun berperilaku. Inilah yang membedakannya dari bangsa-bangsa lain yang ada. Ditambah lagi dengan fakta bahwa Pancasila lahir bersamaan dengan lahirnya bangsa Indonesia.

Sebagai Cita-cita Dan Tujuan Yang Bakal Dicapai Bangsa Indonesia

Bangsa Indonesia menjadikan Pancasila sebagai patokan dan landasan pemersatu bangsa karena didalamnya terkandung cita-cita dan tujuan yang akan dicapai. Dimana cita-cita dan tujuan tersebut adalah masyarakat yang makmur, adil merata baik secara materi maupun spiritual serta berdasar pada pancasila.

Sebagai Perjanjian Luhur

Pancasila merupakan perjanjian luhur yang disepakati secara nasional sebagai dasar negara oleh para tokoh pendiri bangsa yang mesti dilaksanakan, dipelihara serta dilestarikan. Wakil rakyat yang tergabung dalam Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau PPKI mengesahkan Pancasila sebagai perjanjian luhur pada tanggal 18 Agustus 1945.

Baca Juga : Tujuan Pendidikan Nasional Demi Pembentukan Karakter Yang Berdasar Pada Pancasila!

Sebagai Ideologi Indonesia

Salah satu kedudukan yang terpenting adalah Pancasila sebagai ideologi Indonesia. Apa artinya?

Arti penting Pancasila sebagai ideologi Indonesia adalah merupakan hasil perenungan bangsa Indonesia yang diangkat dari nilai adat istiadat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia.

Dimana di sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, artinya masyarakat Indonesia wajib memeluk agama yang dipercayai serta tunduk pada ajarannya.

Sila kedua, Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab, berarti negara beserta pemerintahan wajib berlaku adil terhadap masyarakat tanpa terkecuali. Jangan sampai negara dan pemerintah membedakan perlakukan berdasar pada suku, ras, agama, jabatan, maupun status sosial.

Dan pada sila ketiga, Persatuan Indonesia, mengandung makna bahwa masyarakat Indonesia haruslah selalu bersatu teguh dan tidak tercerai berai walau terdiri dari berbagai suku, ras, agama, dan kebudayaan. Seperti halnya prinsip Bhinneka Tunggal Ika yang dianut bangsa, maksudnya walau beragam namun tetap satu juga.

Di sila keempat, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam permusyawaratan Perwakilan, artinya pemerintah wajib mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat serta budaya musyawarah dalam mengambil keputusan bersama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

Sila terakhir, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, mengandung makna seluruh rakyat Indonesia dijamin mendapatkan keadilan sosial dari pemerintah serta negara. Dengan begitu masyarakat bisa merasakan tentram serta aman dalam menjalani hidupnya sebagai warga negara Indonesia.

Kedudukan Pancasila Sebagai Dasar Negara

Kedudukan pancasila sebagai dasar negara Indonesia diatur dalam alinea keempat di Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Selain itu juga tertuang di Memorandum DPR-GR 9 Juni 1966

Sebagai dasar negara Indonesia, Pancasila memiliki 4 pengertian, yaitu:

Sebagai Sumber Hukum Dasar Nasional

Karena sifatnya memaksa dan mengikat, maka Pancasila ditetapkan sebagai sumber hukum dasar nasional yang tetap, kuat serta tidak akan berubah.

Maka dari itu Pancasila sebagai sumber segala sumber hukum maka dijadikan dasar nilai dan norma yang mengatur pemerintahan negara, serta membentuk berbagai norma hukum negara. Selain itu Pancasila juga menjadi sumber kaidah hukum negara yang mengatur NKRI beserta seluruh unsur secara konstitusional dan memiliki kekuatan mengikat.

Pancasila juga menempati kedudukan tertinggi dalam tata perundang-undangan Indonesia.

Baca Juga : Batas Wilayah Indonesia: Darat, Perairan, Serta Udara

Sebagai Sumber Penyelenggaraan Bernegara

Sebagai sumber penyelenggaraan bernegara, maka pengelolaan sistem pemerintahan yang absolut atau bahkan otoriter tidak diterapkan di Indonesia. Kekuasaan tidak berpusat di satu kelompok atau satu orang saja, melainkan ada pembagian disertai pemisahan kekuasaan. Dengan begitu lembaga pemegang kekuasaan tidak sewenang-wenang, namun bisa dikontrol serta diseimbangkan.

Sebagai Sumber Semangat Konstitusi

Pancasila sebagai sumber semangat konstitusi maka konstitusi berdasar Pancasila tersebut akan dijadikan sebagai pedoman mengontrol mengendalikan dan juga membatasi berbagai penyelenggaraan negara, serta melindungi hak asasi manusia (HAM).

Dan juga menjadi landasan struktural dalam penyelenggara dan perwujudan kontrak sosial masyarakat guna membina pemerintahan.

Sebagai Sumber Norma Tertinggi

Sejak jaman dulu, ciri khas masyarakat Indonesia adalah kemajemukan yang terdiri dari berbagai suku, ras dan agama, beserta nilai dan norma mereka. Lahirnya Pancasila merupakan kristalisasi nilai dan norma tersebut.

Nah, Pancasila sebagai sumber norma tertinggi mengandung makna bahwa semua norma yang ada di masyarakat Indonesia berada di bawah Pancasila. Hingga dengan begitu, Pancasila menjadi pedoman dan panduan dalam membangun karakter bangsa serta juga pengendali perilaku masyarakat berbangsa dan bernegara.

Entah itu norma agama, kesusilaan, kesopanan, kebiasaan, hukum atau berbagai norma lainnya berada di bawah Pancasila. Tingkatan norma pun berjenjang, mulai dari cara, tata kelakuan, kebiasaan, adat istiadat, dan hukum.

Kedudukan Pancasila dalam negara Indonesia di dalam Ketetapan MPR No. I/MPR/2003

Karena berbagai kedudukan Pancasila dalam negara Indonesia, maka sebagai warga negara Indonesia mestilah mengamalkan Pancasila dalam kehidupan keseharian seperti yang dijelaskan di Ketetapan MPR No. I/MPR/2003.

Ketuhanan Yang Maha Esa

  • Bangsa Indonesia percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • Bangsa Indonesia percaya dan takwa kepada Tuhan YME sesuai agama dan kepercayaan yang dianut berdasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  • Warga negara Indonesia mengembangkan sikap saling menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan YME.
  • Warga negara Indonesia membina kerukunan hidup antar sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME.
  • Agama serta kepercayaan terhadap Tuhan YME merupakan hal pribadi manusia dengan Tuhan YME.
  • Warga negara Indonesia mengembangkan sikap menghormati kebebasan beribadah sesuai agama dan kepercayaan yang dianut.
  • Warga negara Indonesia tidak memaksakan agama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME yang mereka anut kepada orang lain.

Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab

  • Bangsa Indonesia mengakui serta memperlakukan orang lain sesuai harkat dan martabat sebagai makhluk Tuhan YME.
  • Bangsa Indonesia mengakui persamaan hak, derajat, serta kewajiban asasi setiap orang tanpa membedakan suku, agama, kepercayaan, keturunan, jenis kelamin, warna kulit, kedudukan sosial dan lainnya
  • Warga negara Indonesia mengembangkan sikap saling mencintai.
  • Warga negara Indonesia mengembangkan sikap tepa selira dan tenggang rasa.
  • Warga negara Indonesia mengembangkan sikap tidak semena-mena.
  • Warga negara Indonesia menjunjung tinggi nilai kemanusiaan
  • Warga negara Indonesia duka melakukan kegiatan kemanusiaan.
  • Warga negara Indonesia berani membela keadilan dan kebenaran.
  • Warga negara Indonesia merasa dirinya adalah bagian umat manusia.
  • Warga negara Indonesia mengembangkan sikap saling menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

Persatuan Indonesia

  • Warga negara Indonesia menempatkan persatuan, kesatuan, keselamatan serta kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri sendiri maupun kelompok tertentu.
  • Warga negara Indonesia rela dan sanggup berkorban demi kepentingan bangsa dan negara.
  • Warga negara Indonesia mengembangkan cinta tanah air dan bangsa.
  • Warga negara Indonesia mengembangkan rasa bangga atas bangsa dan tanah air.
  • Warga negara Indonesia memelihara ketertiban dunia berdasar kemerdekaan, keadilan sosial, serta perdamaian abadi.
  • Warga negara Indonesia mengembangkan persatuan berdasar Bhinneka Tunggal Ika.
  • Warga negara Indonesia memajukan pergaulan demi kesatuan dan persatuan bangsa.

Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Dan Perwakilan

  • Tiap warga negara Indonesia memiliki kedudukan, hak serta kewajiban yang sama.
  • Warga negara Indonesia tidak boleh memaksakan kehendak ke orang lain.
  • Warga negara Indonesia mengutamakan musyawarah saat mengambil keputusan demi kepentingan bersama.
  • Musyawarah agar kata mufakat tercapai dengan diliputi semangat kekeluargaan.
  • Warga negara Indonesia menghormati serta menjunjung tinggi keputusan hasil musyawarah.
  • Warga negara Indonesia didasari rasa tanggung jawab dan itikad baik menerima serta melaksanakan keputusan musyawarah.
  • Warga negara Indonesia mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan diri sendiri maupun kelompok saat bermusyawarah.
  • Warga negara Indonesia memakai akal sehat disertai hati nurani luhur saat musyawarah.
  • Tiap keputusan dari musyawarah mesti bisa dipertanggungjawabkan kepada Tuhan YME, serta menjunjung tinggi martabat dan harkat manusia, dan nilai keadilan beserta kebenaran demi mengutamakan persatuan kesatuan.
  • Warga negara Indonesia memberi kepercayaan pada wakil untuk bermusyawarah.

Baca Juga : Korupsi : Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

  • Warga negara Indonesia mengembangkan perbuatan luhur yang cerminkan suasana serta sikap kekeluargaan dan kegotongroyongan.
  • Warga negara Indonesia mengembangkan sikap adil.
  • Warga negara Indonesia menjaga keseimbangan hak dan kewajiban.
  • Warga negara Indonesia menghormati hak orang lain.
  • Warga negara Indonesia suka menolong orang lain agar bisa mandiri.
  • Warga negara Indonesia tidak memakai hak milik untuk memeras orang lain.
  • Warga negara Indonesia tidak memakai hak milik buat bersikap boros dan bergaya hidup mewah.
  • Warga negara Indonesia tidak memakai hak milik buat melakukan perilaku bertentangan dan merugikan kepentingan umum.
  • Warga negara Indonesia suka kerja keras.
  • Warga negara Indonesia menghargai hasil karya orang lain, terutama yang bermanfaat bagi kesejahteraan dan kemajuan bersama.
  • Warga negara Indonesia suka melakukan kegiatan yang mewujudkan kemajuan merata dan berkeadilan sosial.

Nah, sudah tahu kan berbagai kedudukan Pancasila dalam negara Indonesia tercinta ini? Jangan lupa mengamalkan berbagai butir Pancasila di atas ya.