Big Data

Pernahkah Anda mendengar istilah Big Data? Ya, seiring dengan berkembangnya teknologi internet, maka banyak muncul sekumpulan data yang sangat banyak, besar dan cepat yang mana tidak bisa diproses dengan perangkat tradisional.  Big Data juga bisa dimaknai dengan pengelolaan dan pemrosean data yang masif untuk digunakan pertimbangan demi keputusan yang lebih baik.

Sekarang ini memang eranya Internet of Things (IoT), yaitu banyaknya perangkat yang saling terhubung satu sama lainnya, semisal TV, gagdet, kulkas, mobil dan seterusnya. Hal-hal seperti ini tentu akan menghasilkan data dalam jumlah yang banyak. Data-data ini bisa diproses lebih jauh untuk mendapatkan insight penting dalam berbagai bidang, semisal bisnis dan kesehatan.

Jadi, pentingkah Big Data? Tentu saja penting, namun bukan terletak pada seberapa banyak data yang dimiliki, namun lebih ke apa yang akan dilakukan dengan data tersebut. Big Data bisa dibilang penting dan bermanfaat jika Anda mendapatkan seuatu yang menguntungkan dari sekumpulan data tersebut. Agar lebih jelas mengenai Big Data bisa menyimak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Big Data Adalah

Apa itu Big Data? Dalam Bahasa Indonesia sendiri, Big Data diterjemahkan menjadi Mahadata, yaitu istilah umum yang merepresentasikan sekumpulan data yang masif, kompleks dan tidak terorganisir. Karena sifatnya yang semacam ini maka akan sangat sulit ditangani dengan tool basis data biasa maupun software pemroses data yang masih tradisional atau belum canggih.

Selain pengertian umum di atas, Big Data juga bisa dimaknai sebagai pertumbuhan data atau informasi yang eksponensial dengan kecepatan luar biasa. Big Data ini juga memiliki sekumpulan data yang variatif, yang merupakan tantangan besar untuk mengolahnya. Jadi butuh usaha yang luar biasa agar bisa memahami data yang bersifat heterogen tersebut.

Praktiknya, Big Data ini bisa diaplikasikan di banyak bidang dalam kehidupan manusia, semisal pariwisata, bisnis, kesehatan, pemerintahan dan masih banyak lagi. Karena tool tradisional tidak bisa mengatasinya, maka Big Data membutuhkan tool khusus untuk memprosesnya, misalnya saja NiFi, Phyton, Netlytics dan lain sebagainya.

Jadi, sampai disini sudah bisa disimpulkan bahwa memproses dan menganalisa Big Data adalah penting adanya. Dengen memahami urgensi Big Data ini, perusahaan maupun organisasi pemerintahan bisa mengolah dan memproses sekumpulan data masif tersebut sebagai problem solving atas segala masalah yang terjadi, internal maupun eksternal.

Big Data Analitics Adalah

Setelah memahami pengertian dari Big Data, maka penting juga untuk mengerti apa itu Big Data Analytics. Big Data Analytics atau analisi Big Data adalah sebuah proses untuk menguji data dalam jumlah yang masif demi mendapatkan pola yang tersembunyi, tren pasar, korelasi yang belum diketahui, kecenderungan pelanggan dan informasi bersifat bisnis lainnya yang bermanfaat.

Bayangkan jika sebagai pebisnis Anda mengetahui data-data penting di atas? Banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan, di antaranya adalah pemasaran yang lebih efektif dan efisien, menggaet pelanggan baru, operasional yang lebih efisien, layanan yang ditingkatkan, keunggulan dari kompetitor dan keuntungan-keuntungan lainnya.

Jadi, analisis data sangat lah penting bagi organisasi maupun perusahaan karena data yang diidentifikasi bisa dimanfaatkan untuk membuka peluang dan ide baru yang lebih segar. Jika dibayangkan lebih jauh, dengan pasokan data yang telah difilter, maka bisnis akan lebih dinamis dan cerdas pun keuntungan yang akan didapatkan juga bisa ditingkatkan menjadi sangat pesat.

Big Data Menurut Para Ahli

Doug Laney

Untuk memahami pengertian Big Data yang lebih baik, ada baiknya kita membahas pendapat-pendapat para ahli mengenai hal ini. Misalnya saja Doug Laney, yang pada tahun 2001 lalu berpendapat dan memperluas terkait dengan pengertian Big Data.

Dalam keterangannya, dia mengatakan bahwa definisi Big Data juga melingkupi peningkatan variasi data yang didapatkan oleh perusahaan dan organisasi terkait. Tidak hanya itu, hal tersebut juga termasuk seberapa cepat data tersebut dibuat maupun diberbarui.

Gartner

Gartner, seorang ahli dalam bidang data. juga mendefinisikan pengertian Big Data lebih jauh. Pada 2001 lalu, Gartner mengatakan bahwa Big Data adalah sekumpulan data yang bervariasi plus lebih besar. Data ini berasal dari volume meningkat serta kecepatan bertambahnya data yang terus meninggi.

Data besar tersebut terkenal dengan sebutan Three V’s (akan diterangkan di subjudul berikutnya). Dari pendapat dua pakar di atas bisa ditarik kesimpulan, bahwa Big Data adalah data yang lebih besar, cepat, kompleks dan berasal dari sumber data terbaru. Saking produktifnya, tool pemroses data tradisional tidak bisa mengelola Big Data ini.

Karakteristik Big Data

Volume

Karakteristik Big Data yang pertama adalah volume, artinya Big Data memiliki volume data yang sangat besar. Saking besarnya, pengolahan datanya membutuhkan tool analisis yang lebih modern dan spesifik begitu juga dengan wadah penyimpanannya.

Variety

Selanjutnya Variety, yang artinya semua data yang berasal dari Internet of Things (IoT) sifatnya variatif dan berbeda satu dengan yang lainnya. Data-data tersbebut bisa data mentah, tidak terstruktur maupun terstruktur. Variasi data yang dimiliki oleh Big Data ini tergantung pada banyaknya sumber data, semakin banyak sumber semakin variatif juga data-datanya.

Velocity

Maksudnya dengan Velocity adalah data dalam Big Data dihasilkan dengan cepat dan secara real-time. Jadi begitu data diterima dengan kecepatan luar biasa, data tersebut bisa saja langsung digunakan. Hal ini bisa Anda lihat pada smart device yang terhubung dengan internet, yang mana beroperasi dalam waktu nyata yang juga membutuhkan evaluasi dan tindakan secara real time juga.

Value

Karakteristik Big Data selanjutnya adalah Value, yaitu ada tidak sih nilai data yang telah diproses atau dianalisa? Nah, nilai data tidak akan pernah diketahui kecuali jika telah ada keputusan/tindakan yang dilakukan setelah data tersebut diproses.

Veracity

Terakhir ada Veracity, yaitu apakah data yang telah diproses dan dianalisa tersebut bisa dibuktikan validitasnya atau tidak. Data yang valid bisa menumbuhkan kepercayaan yang mana juga berimbas pada kegunaan data tersebut. Jadi sangat penting bagi data untuk valid agar bisa dijadikan bahan pertimbangan mengambil keputusan.

Fungsi Big Data

Terkait dengan fungsinya, sejauh ini Big Data terbukti memiliki fungsi yang banyak untuk berbagai bidang semisal kesehatan, bisnis, pariwisata hingga pemerintahan. Misalnya saja dalam bidang kesehatan, banyak data yang masuk terkait dengan pasien, penyakit yang dikeluhkannya, jenis obat dan penanganan, efektivitas obat dan masih banyak lagi.

Nah, dari berbagai data yang variatif di atas, maka pihak terkait bisa menjadikannya rujukan atau dasar dalam memberikan penanganan serta layanan yang optimal. Akhirnya, rumah sakit atau klinik yang bersangkutan akan dipercaya oleh banyak orang berkat Big Data yang dianalisis dengan baik dan optimal.

Manfaat Big Data

Customer Relationship Management

Big Data sangat bermanfaat untuk bisnis, khususnya dalam Customer Relationship Management (CMR), yaitu usaha untuk menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan. Ada beberapa tools Big Data yang bisa digunakan untuk CMR, di antaranya adalah Zoho dan Bitrix24 yang mana bisa membantu untuk mendapatkan data lebih efektif dan efisien.

Layanan yang bersifat online ini dapat membantu Anda melacak hal-hal yang berhubungan dengan customer atau pelanggan semisal conversion rates, leads hingga penjualan. Anda juga bisa mengetahui hal-hal spesifik mengenai pelanggan, semisal keluhan, sejarah pembelian dan seterusnya. Intinya, melalui tool ini, Anda bisa lebih mudah memenuhi keinginan customer setia.

Menjadikan Operasional Bisnis Lebih Efisien

Big Data telah menyasar elemen-elemen bisnis, yang intinya bisa meningkatkan operasional perusahaan menjadi jauh lebih baik nan menguntungkan. Hal ini bisa dilihat pada implementasi CRM di Call Center, yang mana dapat langsung mengetahui kecenderungan customer untuk kemudian disarankan membeli penawaran yang sesuai dengan keinginannya.

Hal ini juga bisa diaplikasikan di bidang kesehatan, yang mana kesembuhan pasien bisa ditingkatkan dengan cara menghadirkan seorang dokter yang tepat sesuai dengan keluhan pasien tersebut. Pun begitu dengan perusahaan asuransi, yang sudah sejak lama memanfaatkan Big Data untuk menggaet pelanggan yang potensial.

Meningkatkan Mobile Experience

Adanya smartphone memungkinkan distribusi informasi yang cepat dan real time. Hal ini tentu saja berefek pada bisnis, misalnya saja bisnis ekdpedisi. Melalui smartphone yang telah terhubung dengan internet, maka segala informasi bisa didapatkan dengan cepat. Contohnya saja jika terjadi kecelakaan atau macet mengular pada jalur tertentu, maka truk ekspedisi bisa mengambil jalur lain.

Mendorong Inovasi dan Strategi Marketing yang Efektif

Banyak yang bisa Anda lakukan jika memiliki data yang masif, datang dengan cepat, varitif, valid dan memiliki nilai yang menguntungkan. Mudahnya, Anda memiliki senjata utama agar bisnis atau perusahaan meningkat penjualannya. Melalui data-data yang ada, Anda bisa menggunakannya untuk menggencarkan promosi, menggaet pelanggan baru dan msaih banyak lagi.

Teknologi Big Data

Big Data merupakan teknologi yang masih tergolong baru, yang mana sangat tidak ekonomis karena membutuhkan software dan hardware yang mahal untuk mengolah kumpulan data masif tersebut. Kabar baiknya sekarang sudah banyak perusahaan IT raksasa yang memprakarsai produksi platform data processing agar hasil analisis akurat dan real-time.

Nah, teknologi yang mambantu Big Data adalah The Hadoop Ecosystem, yang mana juga bisa disebut sebagai solusi dari masalah-masalah Big Data yang belum teratasi. The Hadoop Ecosystem bukanlah aplikasi, melainkan framework yang open source, jadi bisa dimodifikasi pengguna sesuai dengan kebutuhan.

The Hadoop Ecosystem memiliki bagian dengan tugas yang berbeda-beda, yaitu sebagai berikut :

  • HDFS/Hadoop Distributed File System, yang terdiri dari Name node (merekam metadata dari sebuah file) dan Data node (merekam data sesungguhnya)
  • Yarn, bertugas untuk mengatur ulang prosesi data yang terjadi di HDFS. Selain Yarn alat pendukung Hadoop lainnya adalah MapReduce, Apache Spark, Pig, Hbase, Apache Hive, Kafka.
  • Artificial Intelligent (AI), yang bertugas mendapatkan insight atau prediksi dari Big Data

Cara Kerja Big Data

Integration

Cara kerja dari Big Data adalah integration atau integrasi data dari berbagai sumber yang berbeda-beda. Selama fase integrasi ini, pengguna perlu memasukkan data, memprosesnya dan memformatnya dalam bentuk yang bisa dieksekusi oleh analis bisnis.

Managing

Fase managing atau mengelola ini membutuhkan cloud atau storage penyimpanan yang besar. Cloud sangat disarankan sebagai wadah penyimpanan karena sudah support komputasi masa kini dan memungkinkan pengguna untuk mengelolanya sesuai dengan kebutuhan.

Analyzing

Terakhir adalah analyzing atau menganalisa, yang mana akan membayar investasi Anda dalam big Data. Analisa dibutuhkan untuk mengeksplorasi data sehingga menemukan temuan tebaru, membagikan temuan tersebut dengan pihak lain sekaligus melakukan modelling dengan machine learning dan Artificial Intelligent.

Contoh Big Data

Penggunaan Internet

Jika Anda menggunakan internet, mau tidak mau data Anda sudah tidak menjadi privasi lagi karena pihak penyedia layanan akan menyimpan data tersebut. Misalnya saja Anda menggunakan layanan pencarian Google, maka Google akan tahu hal apa saja yang Anda cari di internet. Google kemudian menyimpan data terebut untuk kemudian menganggapnya sebagai kecenderungan Anda.

Penggunaan Smartphone

Dewasa ini, smartphone sudah menjadi barang primer sehingga hampir setiap orang telah menggunakannya. Ini tentu saja menjadi lahan Big Data yang luar biasa, mulai dari SMS, penggilan telepon dan seterusnya. Aplikasi-aplikasi yang terpasang di smartphone tersebut juga mengumpulkan data secara otomatis, yang mana sangat perlu untuk kepentingan bisnis mereka.

Social Media

Media sosial juga menjadi sumber Big Data yang sangat masif, mengingat banyaknya platform media sosial dan penggunanya yang mencapai ratusan juta orang. Bisa Anda bayangkan sendiri berapa banyak data yang berseliweran di sana, mulai dari Tweets, Video, Status dan lain sebagainya. Ini merupakan peluang bisnis yang menggiurkan bagi pihak-pihak terkait.

Misalnya saja Facebook, yang mana akan merekam jejak penggunanya, mulai dari status yang di-upload, video/foto yang di-like/share dan masih banyak lagi. Machine learning dan Artificial Intelligent kemudian mengolah data-data tersebut untuk kemudian memanfaatkannya sebagai bahan untuk menampilkan iklan yang sesuai minat pengguna tersebut.

Smart Device

Sekarang ini banyak device atau peralatan yang terhubung dengan internet, mulai dari TV, kulkas hingga mobil. Peralatan tersebut akan memberitahukan data-data Anda kepada produsen yang memproduksinya. Nantinya data itu akan digunakan untuk meningkatkan kualitas dan pelayanan yang memuaskan pelanggan.

Big Data Tools

Berikut ini beberapa Big Data Tools yang bermanfaat untuk menganalisa data yang paling populer :

  • Xplenty, platform untuk mengintegrasikan, mengelola dan menyiapkan data untuk dianalisa di dalam cloud dengan tampilan grafis yang intuitif
  • Apache Hadoop, Big Data tool populer yang telah digunakan oleh banyak perusahaan ternama semisal IBM, Intel, Facebook dan lain sebagainya
  • CDH (Cloudera Distribution for Hadoop), platform gratis dan open source yang bermanfaat untuk mengumpulkan, memproses, mengatur dan mendistribusikan unlimited data
  • Apache Cassandra, NoSQL DBMS gratis dan open source yang diciptakan untuk manajemen volume data yang menyebar melalui banyak server komiditi

Perusahaan Big Data Indonesia

Traveloka

Perusahaan Indonesia yang telah menggunakan Big Data adalah Traveloka, yang merupakan perusahaan di bidang travelling. Perusahaan ini menggunakan Big Data khususnya yang berhubungan dengan pelanggan, termasuk di antaranya pola konsumsi, kebiasaan, tren yang dianut dan masih banyak lagi

PegiPegi

PegiPegi juga merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang travelling. Sama dengan Traveloka, mereka juga menggunakan big Data untuk mendapatkan data yang berhubungan dengan customer. Dari data yang telah didapatkan, PegiPegi membuat kebijakan marketing yang sesuai dengan kecenderungan pelanggan yang mereka miliki.

Ulasan lengkap di atas menegaskan betapa pentingnya Big Data di segala sektor, utamanya bisnis. Melalui teknologi ini, pebisnis bisa mendapatkan data-data yang bermanfaat terkait apa saja yang bis dijadikan dasar mengambil keputusan terbaik, utamanya terkait dengan kemajuan bisnis.

Penikmat senja yang hanya ingin berbagi ilmu pengetahuan

Leave a Comment