Batas Wilayah Indonesia

Tiap negara berdaulat pastilah memiliki batas wilayah negara mereka, demikian juga dengan Indonesia. Kamu sudah tahu belum dimana saja batas wilayah Indonesia? Tapi sebenarnya apa yang dimaksudkan batas wilayah itu..?

Pengertian Batas Wilayah Negara

Hadiwijoyo dalam bukunya Batas Wilayah Negara Indonesia, menuliskan bahwa pengertian batas adalah sebagai tanda pemisah satu wilayah negara dengan wilayah negara lainnya, entah itu berupa tanda buatan maupun alami.

Batas Wilayah Indonesia Secara Geografis

Berdasar pengertian tersebut, bagaimana dengan batas wilayah Indonesia secara geografis? Kamu mesti tahu dulu yang dimaksud dengan perbatasan geografis itu sendiri adalah garis tidak terlihat yang memisahkan dua negara serta dibuat untuk membatasi wilayah entitas politik serta yudisial negara tersebut.

Nah, batas wilayah Indonesia di bagian sebelah utara adalah benua terbesar di dunia, Benua Asia. Sebaliknya di bagian sebelah selatan berbatasan dengan benua terkecil di dunia, Benua Australia.

Di bagian sebelah barat, Indonesia berbatasan dengan Samudra Hindia, dan sebelah timur dengan Samudra Pasifik. Karena itulah Indonesia menjadi negara dengan garis pantai terindah di dunia dan memiliki banyak ragam hayati di bawah laut.

Batas wilayah Indonesia terdiri dari batas daratan dan batas perairan serta batas udara. Mari bahas satu per satu. Batas darat itu bisa saja berupa hutan, gunung, maupun area lainnya dan batas perairan berupa lautan atau samudra yang diukur dengan menarik garis dasar, yaitu garis patokan yang ditarik saat air laut surut, dari jarak 19.3 km ke arah laut lepas.

Batas daratan Indonesia di sebelah utara adalah Malaysia bagian timur yang berbatasan langsung dengan Pulau Kalimantan. Tepatnya Malaysia bagian timur daerah Sabah dan Serawak.

Sementara daratan bagian timur berbatasan dengan Papua Nugini bagian barat, atau di Provinsi Barat (Fly) yang merupakan bagian terkecil Papua dan Provinsi Sepik Barat (Sandaun) yang hanya memiliki dua kota, Vanimo dan Aitape. Di bagian selatan Indonesia berbatasan dengan Timor Leste, yaitu Kabupaten Belu.

Bagaimana dengan batas perairan Indonesia? Di bagian utara atau selat Malaka berbatasan langsung dengan laut dari 5 negara, yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, serta Filipina.

Sedangkan di bagian timur memiliki batas dengan Samudra Pasifik, dan bagian selatan berbatasan langsung dengan perairan Australia dan Samudra Hindia, lautan terbesar ketiga di dunia. Negara Indonesia dan Australia sudah menyepakati dan juga meresmikan batas wilayah perairan ini sejak tahun 1997.

Lalu bagaimana dengan batas wilayah Indonesia di bagian barat? Karena tidak adanya daratan di bagian ini, maka batas wilayahnya adalah lautan lepas, yaitu Samudra Hindia.

Batas Wilayah Indonesia Berdasarkan Landas Kontinen

Batas wilayah selanjutnya yang bakal dibahas adalah batas landasan kontinen. Biasa disebut landas benua, batas landasan kontinen ditarik dari garis dasar pantai ke arah luar dengan jarak terjauh 200 mil.

Bisa dikatakan batas landasan kontinen merupakan batas bagian dasar laut terujung yang masih terhubung benua daratan. Atau batas dasar laut dari segi geologi dengan kedalaman kurang dari 200 meter dan merupakan kelanjutan dari benua.

Karena Indonesia merupakan negara kepulauan maka batas laut teritorial sangatlah penting peranannya. Batas perairan tersebut diukur dari pantai atau pulau terluar sampai sejauh 19.3 km atau 12 mil ke arah laut lepas.

Tapi buat Indonesia sebagai negara kepulauan, maka kalau jarak antar pulau renggang melebihi 24 mil, laut sekitar kawasan itu diakui sebagai perairan negara Indonesia dengan berdasar pada hukum internasional.

Batas Wilayah Indonesia ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif )

Kamu sudah pernah dengar belum soal Zona Ekonomi Eksklusif atau biasa disingkat menjadi ZEE? Pasti sudah sering dengar bukan? Tapi sudah tahu artinya belum?

ZEE mengacu kepada kawasan berjarak 200 mil dari pulau terluar Indonesia yang diukur saat air laut surut. Tapi jangan salah ya, ZEE bukan bagian wilayah Indonesia, namun Indonesia cuma memiliki serta menggunakan khusus buat kesatuan kepentingan ekonomi di jalur tersebut.

Jalur ZEE yang ditetapkan 21 Maret 1980 ini masih diakui milik internasional dan tunduk pada hukum internasional. Walau begitu, negara-negara lain tidak diperbolehkan mengambil apapun sepanjang jalur, termasuk di dalamnya kekayaan laut.

Indonesia berhak melakukan eksploitasi, eksplorasi, pengelolaan serta konservasi sumber daya alam di sepanjang jalur ZEE ini. Tapi pelayaran internasional masih bisa lewat dan memasang berbagai sarana perhubungan laut selama diizinkan Indonesia.

Nah, bagaimana dengan batas udara Indonesia? Batas wilayah satu ini masih diperdebatkan dalam forum internasional hingga sekarang. Terutama karena banyak terdapat pendapat dan teori yang saling bertentangan satu sama lain.

Akan tetapi pada pasal 1 Konvensi Paris di tahun 1919 yang kini berganti menjadi Konvensi Chicago 1944, ditetapkan bahwa tiap-tiap negara memiliki kedaulatan eksklusif serta utuh di wilayah udaranya.

Batas wilayah udara sendiri terbagi menjadi dua, yaitu bagian udara horizontal dan bagian udara vertikal. Dimana bagian udara horizontal sama luasnya dengan wilayah darat Indonesia ditambah dengan batas wilayah perairannya atau sampai 12 mil dari garis pangkal pantai..

Sementara batas udara vertikal masih diperdebatkan dan belum mencapai kesepakatan. Hal tersebut dikarenakan berbagai faktor, seperti belum adanya perjanjian dan kebiasaan internasional, prinsip hukum umum, serta yurisprudensi internasional yang mengatur batas kedaulatan wilayah udara vertikal.

Singkatnya batas-batas wilayah Indonesia adalah sebagai berikut:

Bagian Utara

Batas darat: Sabah dan Sarawak, Malaysia Timur.

Batas perairan: laut Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Bagian Timur

Batas darat: Provinsi Barat atau Fly dan Provinsi Sepik Barat atau Sandaun, Papua Nugini Barat

Batas perairan: Samudra Pasifik

Bagian Selatan

Batas darat: Kabupaten Belu, Timor Leste

Batas perairan: perairan Australia dan Samudra Hindia

Bagian Barat

Batas perairan: Samudra Hindia

Letak geografis Indonesia bisa termasuk strategis lho. Karena itu banyak keuntungan yang bisa diperoleh negara ini.

Di bidang ekonomi, letaknya yang strategis menjadikan Indonesia menjadi lalu lintas perdagangan yang banyak dilewati berbagai kapal pelayaran internasional. Selain itu juga sebagai negara kepulauan yang diapit dua Samudra maka sumber daya alam di laut sangatlah melimpah dan bervariasi.

Pesona keindahan berbagai pemandangan pantai dan laut juga tidak kalah dengan kancah internasional. Hingga banyak wisatawan mancanegara yang tertarik mengunjungi berbagai wisata di Indonesia.

Selain itu karena letak Indonesia di wilayah yang termasuk iklim tropis disertai dengan wilayah yang subur, tidaklah heran sektor pertanian di Indonesia sangat diuntungkan. Berbagai bahan pangan dapat tumbuh subur di sini, seperti sayuran, buah, beras, bahkan tanaman langka hingga bisa dimasukkan dalam kegiatan ekspor impor.

Selain itu hutan Indonesia juga sangatlah luas, hingga dinobatkan menjadi hutan tropis terbesar ketiga, setelah Brazil dan Zaire. Luasnya wilayah hutan ini sangatlah bermanfaat, bukan cuma untuk diambil hasil sumber alamnya untuk diolah dan juga diekspor, namun juga sebagai paru-paru dunia yang mengontrol iklim global.

Sementara itu karena dilalui lalu lintas perdagangan internasional, transportasi laut serta udara yang merupakan pilar utama perdagangan dunia perlu juga ditingkatkan di Indonesia.

Jalur lalu lintas ini bisa dilewati sampai 50.000 kapal tiap tahunnya dengan 20% hingga 25% isinya barang dagangan. Angka tersebut merupakan seperempat lho dari perdagangan global. Sangat menguntungkan bukan?

Selain buat peningkatan perdagangan, transportasi laut dan darat juga penting buat dijadikan sarana penghubung pariwisata demi meningkatkan devisa negara.

Keindahan berbagai wisata alam Indonesia seakan sudah tidak lagi asing di kancah dunia internasional, terutama pulau Bali. Bahkan kini semakin banyak ditemukan kawasan yang menawarkan pemandangan alam indah nan alami yang dijamin bakal memukau para pengunjungnya.

Entah itu pemandangan lautan lepas di pantai, maupun pemandangan alam pegunungan yang menawarkan udara sejuk dan segar jauh dari populasi. Tidaklah heran semakin banyak wisatawan lokal dan juga asing yang mengunjungi berbagai wisata yang ditawarkan di Indonesia.

Batas Wilayah Yang Perlu Diperhatikan Pemerintah Indonesia

Walau begitu masih ada beberapa pulau di Indonesia yang masih perlu diberi perhatian lebih khusus lagi, yaitu perbatasan pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan wilayah negara tetangga, seperti Malaysia, Papua Nugini dan Timor Leste.

Beberapa pulau terluar tersebut adalah:

  1. Pulau yang berbatasan dengan Malaysia, yaitu Pulau Tokong Malang Baru, Mangkai, Sentut, Tokong Nanas, Tokong Boro, Tokong Belayar, Subi Kecil, Semiun, Sebatik, Kepala, Damar, Gosong Makasar, Maratua, Berhala, Sambit, Batu Mandi, Ivu Kecil dan Karimun Kecil.
  2. Pulau yang berbatasan dengan India, yaitu Pulau Salaut Besar, Rusa, Rawa, Simeulucut, Rondo dan Benggala.
  3. Pulau yang berbatasan dengan negara Philipina, yakni Pulau Intata, Jiew, Marampit, Miangas, Kakarutan, Ikang, Marore, Batu Bawa, Kawio, Makalehi, Manterawu, Bangkit, Salando, Lingian, dan Dolangan.
  4. Pulau yang berbatasan dengan Papua Nugini, yaitu Pulau Laag.
  5. Pulau yang berbatasan dengan Singapura, yaitu Pulau Batu Berhenti, Nongsa, Pelampong, dan Nipa.
  6. Pulau yang berbatasan dengan Australia, yaitu Pulau Masela, Meatimiarang, Selaru, Batarkusu, Larat, Asutubun, Karang, Enu, Kultubai Selatan, Kultubai Utara, Penambulai, Ararkula, Karaweira, Kolepon, Panehen, Sekel, Shopialoisa, Mangudu, Dana, serta Nusa Kambangan.
  7. Pulau yang berbatasan dengan Timor Leste, yaitu Pulau Liran, Wetar, Leti, Kisar, Batek, dan Alor.
  8. Pulau yang berbatasan dengan Samudra Hindia, yaitu Pulau Deli, Manuk, Enggano, Batukecil, Mega, Sinyaunau, Wunga, Simuk, dan Sibarubaru.
  9. Pulau yang berbatasan dengan Vietnam, yaitu Pulau Senua, Sebetul, dan Sekatung.
  10. Pulau yang berbatasan dengan Palau, yaitu Pulau Miossu, Fanildo, Bras, Liki, Bepondo, dan Budd.

Bagaimana? Sudah cukup tahu lebih banyak kan soal batas wilayah Indonesia? Paling tidak semua ini mesti kamu ketahui sebagai warga negara yang baik.

Penikmat senja yang hanya ingin berbagi ilmu pengetahuan

Leave a Comment